
Mungkin aku tidak tau masalah apa saja yang saat ini kalian sedang hadapi, namun kalian harus Ingat bahwa pernikahan adalah tanggung jawab kita dengan Tuhan."
"Sejak awal aku sama sekali tidak pernah menyetujui perceraian ini, namun terlalu sulit untuk mengubah jalan pikiran Prince, satu - satunya jalan terakhir adalah aku harus berbicara dengan mu secara langsung.
Andre mengatakan hal tersebut kepada Laras yang saat ini masih saja terus terdiam dan hanya bisa mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh sahabatnya itu.
"Laras kau adalah sahabat ku, aku sudah menganggap mu sebagai saudari ku sendiri, aku ingin kau bahagia."
"Jika memang ada masalah yang harus kau selesaikan, entah itu masalah mu pribadi, ataupun masalah mu bersama dengan Prince, kau harap kau tidak lari dari semua masalah yang ada."
"Saat ini kau sudah memiliki suami, belajar untuk berbagi dan terbuka kepadanya, karena hanya maut yang boleh memisahkan kalian berdua."
Andre kembali berbicara panjang lebar kepada Laras, namun sampai detik ini Laras masih tetap diam.
"Aku rasa cukup yang ingin aku katakan kepada ku, selanjutnya aku serahkan kepada mu Laras, apapun keputusan mu nanti kabari aku segera mungkin."
Setelah mengatakan hal tersebut Andre bangkit berdiri dari tempat duduknya dan menepuk bahu Laras yang saat ini masih terduduk dan hanya bisa diam saja.
Anda kau tau Dre jika aku adalah seorang pencandu narkoba, dan andai kau tau sampai saat ini aku masih belum bisa menerima jika pembunuh dari ibu kandung ku sendiri adalah ibu dari suami yang sangat aku cintai.
Laras mengatakan hal tersebut di dalam hati, dan entah mengapa saat semua kata - kata itu di lontarkan, air matanya akan selalu mengalir dengan sempurna.
Setelah mengatakan hal tersebut Laras bangkit berdiri dan kembali ke rumah sakit menuju ruang rawat Prince.
Begitu sampai di dalam ruang rawat Laras melihat satu laki -laki yang saat ini masih terbaring lemah dengan selang infus masih berada di tangan kanannya.
"Mas, kau pantas untuk mendapatkan wanita yang lebih baik dariku, mas kau selalu merasa bersalah dengan semua hal yang sudah kau lakukan terhadap ku."
"Sedangkan aku, sampai saat ini belum berani mengakui kesalahan demi kesalahan yang telah aku perbuat kepada mu, ya istri yang akan mencoreng nama baik suaminya jika terus bersama."
Laras mengatakan hal tersebut sambil mengenggam erat tangan Prince.
Mas aku mencintaimu, ya sangat mencintai mu, hanya di dalam diam aku berani mengatakan hal ini kepada mu, ya aku berani mengatakan hal ini di saat kau tidak bisa mendengarkan isi hati ku yang terdalam untuk mu, mas karena cinta ku yang terlalu dalam untuk mu, membuat kau dengan sangat rela untuk melepaskan mu.
Laras mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil menarik nafasnya dalam - dalam, rasa sesak kembali terasa ketika dirinya harus melepaskan cinta sejatinya, ya cinta sejati yang sebenarnya tidak pernah ingin dia lepaskan.
Malam yang semakin larut membuat Laras yang sudah sangat mengantuk pada akhirnya melewatkan kepala di pinggir tempat tidur sambil mengenggam tangan Prince.
Akan aku genggam tangan mu untuk yang terakhir kalinya mas.