
Namun aku sangat membutuhkan mu Lidia, ya sangat membutuhkan diri mu."
Andre mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Lidia.
"Dre biarkan aku berpikir dulu karena ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk ku."
Lidia mengatakan hal tersebut sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Andre
" Baiklah aku akan menunggu lusa aku berangkat ke Jepang, jika kau sudah memutuskan kabari aku secepatnya, karena aku membutuhkan kepastian dari mu, ya kepastian yang harus aku pegang dengan kuat, agar aku bisa mengetahui apa yang harus persiapan disana."
"Aku hanya ingin bersama dengan mu Lidia ya hanya dengan mu saja dan tidak dengan yang lainnya."
Andre terus mengatakan hal tersebut dan tidak ada kata - kata yang terucap dari bibi Lidia.
Malam hari ini pada akhirnya Andre kembali masuk ke dalam mobil dan pulang dalam kehampaan
"Halo, ah baiklah jadi dia ada disana, aku akan segera menghampiri nya."
Selesai menerima panggilan dari ponselnya Andre langsung masuk ke dalam tempat hiburan malam dan masuk ke dalam satu kamar
"Buka Prince, buka!
"
Andre mengatakan hal tersebut sambil menendang ruangan VVIP tersebut.
"Apa yang kau mau!"
Tiba - tiba Prince keluar dan tangan Andre langsung melayang ke arah perutnya.
"Ini untuk Laras.
"
Prince yang mendapatkan hantaman dari tangan Andre kini terhuyung beberapa langkah.
"
Andre kembali melayang kan pukulan ke Prince untuk janin Laras yang gugur.
"Dengar aku tidak tau apa masalah mu dengan Laras, namun kau layak di sebut laki - laki pecundang untuk diri mu sendiri."
Andre mengatakan hal tersebut sambil menarik kerah baju dari Prince.
"Aku berjanji kepada diri ku sendiri tidak akan membawa Laras kembali kepada mu dan masih melihat keadaan mu yang seperti ini."
"Dengarkan aku Prince, jadilah laki - laki terhormat yang luar biasa yang bisa diandalkan oleh wanita yang dia cintai!"
Prince mengatakan hal tersebut dengan sangat lantang.
"Kau harus tau jika kau bukan lagi laki - laki yang seperti itu, kau jahat, ya jahat, dan aku sangat membenci laki - laki yang seperti itu."
Andre terus melayangkan pukulan untuk Prince sampai ada beberapa keamanan datang dan melerai mereka
"Aku tidak akaan membiarkan mu untuk bertemu dengan Laras jika kau masih dalam keadaan seperti ini, sungguh aku sangat malu dengan apa yang telah kau lakukan, cih dasar laki -laki lembek!"
Dan setelah mengatakan semua sumpah serapah nya Andre memilih untuk pergi dari hadapan Prince
Kini Prince terduduk seperti orang gila di pojok dan tiba - tiba saja Prince menangis histeris di tengah orang banyak.
"Maafkan aku Laras maafkan aku."
Sungguh saat ini tangisan Prince terdengar sangat pilu, tangisan yang sangat tidak ingin dikeluarkan namun pada akhirnya keluar dengan sendirinya.
"Laras, kau dimana sayang Laras apakah kau tau aku begitu mencintaimu, Laras sayang, Laras sayang aku mencintaimu, aku merindukan mu, Laras sayang."
Sungguh miris apa yang saat ini terjadi dengan Prince,satu laki - laki yang dulunya pernah begitu mencintai Laras namun kini harus kembali menangis melihat keadaannya sekarang dan dalam isak tangisnya tiba - tiba saja Prince di ingatkan kembali untuk setiap hal yang pernah terjadi di masa lalu, ya sesuatu hal yang dia lalui.