MY PRINCE

MY PRINCE
KEJUJURAN



Di dalam lemari ada baju - baju perempuan milik adik ku, saat ini dia ada di London sedang menempuh pendidikannya, ukuran badan adik ku sama dengan mu, jadi seharusnya baju - baju bisa muat untuk kau pakai."


"Terima kasih dokter Andre."


"Panggil saja aku Andre Laras."


Dan Laras pada akhirnya hanya menganggukkan kepalanya.


"Kau tidak perlu repot - repot untuk memasak, karena di dalam rumah ini ada satu koki untuk memasak dan bertanggung jawab atas dapur, dan aku akan mempercayai dirinya untuk memasak, jadi kau bisa meminta dia juga untuk memasak makanan kesukaan mu."


Begitu lah Andre pada akhirnya menjelaskan peraturan demi peraturan yang harus dilakukan oleh Laras selama tinggal di rumahnya..


"Baik dokter, ah maaf Andre, sekali lagi terima kasih."


"No Problem Laras, anggap saja ini rumah sendiri yah, di sini kau bisa berpikir dengan tenang apa yang akan kau lakukan selanjutnya untuk setiap permasalahan mu kali ini."


Laras hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, ayo kita istirahat, kebetulan aku sudah sangat lelah, besok kita hadapi bersama - sama yah."


"Iya Dre."


Dan setelah mengatakan hal tersebut baik Andrew juga Laras masuk ke dalam kamarnya masing - masing.


Menjelang tengah malam, terjadi kegaduhan di rumah Prince.


"Bagaimana Prince apakah kau sudah menghubungi Andre?"


Ibu Sarawati mengatakan hal tersebut kepada Prince karena sampai larut Laras belum juga sampai ke rumah.


"Tidak bisa dihubungi ma, Andre sepertinya mematikan ponsel.*


"Bagaimana dengan ponsel Laras apakah aktif?"


Prince kembali menatap sang ibunda dan pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah ma, nanti juga mereka akan kembali, Laras dan Andre itu bukan anak kecil lagi bukan!"


Dan di saat itu lah ibu Saraswati kembali marah.


"Prince dengarkan mama, saat ini istri mu belum pulang, dan kau tenang - tenang saja seperti ini? bagaimana jika dia bersama dengan orang jahat? bagaimana jika dia."


"Ma, sudah stop untuk terus berkata - kata, tidak ada ada yang akan menculik atau memperkosa Laras, wajahnya terlalu standar untuk membuat laki - laki mau berbuat jahat kepadanya, sudahlah ma."


Prince mengatakan hal tersebut dengan melambaikan tangan dan langsung masuk ke kembali ke dalam kamar.


"Kau akan sangat menyesal jika Laras tiba - tiba menghilang Prince, mari kita lihat seperti apa kau akan menyesal dengan segala hal yang pernah kau lakukan."


Ibu Sarawati mengatakan tersebut dengan menggelengkan kepalanya.


Malam hari ini pada akhirnya semua terlelap di dalam permasalahannya masing - masing, dengan luka hati dan juga tangisan yang terus saja ada, saa ini Laras yang masih berada di rumah Andre dengan berperang dengan dirinya sendiri.


"Sungguh aku tidak bisa tidur di kamar se mewah ini.*


Laras mengatakan hal tersebut sambil bangun dan duduk di atas tempat tidurnya.


"Apakah yang sudah aku lakukan ini benar Tuhan? aku memilih untuk lari dari dalam masalah ku, dan tidak menanyakan semua hal ini kepada mas Prince langsung."


"Hati ku terasa sangat sakit mas, dan itulah yang membuat aku mau bekerja sama dengan Andre yang merupakan sahabat mu sendiri."


"Tuhan lindungilah Andre, karena aku yakin besok dia akan berhadapan langsung dengan Prince dan akan mengatakan semuanya, ya semuanya Tuhan.