
Nak mama hanya tidak ingin kau bodoh karena cinta, cukup mama saja yang seperti itu dengan setiap masa lalu yang mama telah hadapi."
"Mama pernah gila karena cinta, hingga mama berani berselingkuh dari papa mu yang saat itu betul - betul sangat memanjakan mama, mama berani melakukan hal itu, nah apalagi Laras."
"Coba kau pikirkan sayang, pikirkan dengan seksama, mama sangat bersyukur karena Laras segera menyerahkan semua ahli waris ini kepada mu dengan cepat, jika saja nanti itu terbukti bukan anak mu apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan?"
"Mama hanya ingin yang menjadi hak kita itu kembali dengan baik ."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Prince sambil menepuk pundaknya..
"Aku tidak bisa berpikir lagi ma."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi begitu saja dari ruangan ibu Saraswati.
Saat ini di dalam hati terselip satu keraguan yang sangat teramat dalam dari seorang Laras ..
Bagaimana tidak, tiba - tiba saja Laras kembali dalam keadaan hamil, sebelum itu Laras sempat menghilang dan memilih untuk tinggal di rumah Andre.
"Jarak dia menghilang dan jarak kehamilan nya, arrrrh aku pusing!
Prince mengatakan hal tersebut sambil melemparkan kalender yang saat ini ada di dalam ruang kerjanya..
"Laras apakah benar jika anak yang ada di dalam kandungan mu itu bukan anak ku?"
Prince terus mengatakan hal tersebut di dalam hati dan terus terdiam.
Sementara itu di rumah Prince saat Laras sedang membereskan sesuatu, Laras menemukan satu buku harian di dalam laci kamar Prince
"Apa ini? buku harian mas Prince? mas Prince suka menulis buku harian?"
Laras tersenyum sendiri ketika membayangkan suaminya yang begitu gentleman ternyata suka menuangkan semua tulisannya di buku harian.
Laras langsung mengatakan hal tersebut ketika batinnya tergoda untuk membaca buku harian tersebut.
"Tapi aku adalah istri sahnya, seharusnya tidak boleh ada rahasia lagi bukan di antara kita?"
Laras kembali berpikir dengan semua hal yang saat ini ingin dia lihat..
"Ah ya benar seharusnya tidak ada lagi rahasia di antara kita, jadi tidak jadi masalah jika aku membuka buku harian ini."
Dan dengan semangat Laras membuka buku harian Prince.
Pikirkan Laras yang terlalu positif membuatnya tenang saat membuka buku harian tersebut.
Dan saat Laras membaca Halaman pertama, jantung Laras berdetak sangat kencang.
Laras kemudian membaca terus halaman satu persatu sampai habis..
Dan seketika itu juga Laras melemparkan buku harian tersebut ke lantai dan menangis dengan sangat kencang..
"Mas, kenapa kau tidak pernah menceritakan kepada ku, tentang kebenaran ini, kenapa kau tidak pernah menceritakan kepada ku, jika, jika ibuk meninggal bukan karena kecelakaan namun karena di bunuh, dan pelaku nya , pelakunya."
Hati Laras begitu sesak saat dirinya tak kuasa lagi menyebut siapa yang telah melakukan semua hal ini.
Batinnya sangat terluka, dadaknya sesak dan hancur sudah semua kepercayaannya terhadap Prince...
"Jadi selama ini aku hidup, aku tinggal, dan aku menikah dengan pembunuh ibuk ku sendiri, dengan keluarga pembunuh ibuk ku sendiri."
Air mata Laras begitu deras saat mengatakan hal ini, sungguh saat ini dia tidak tau apa yang harus dia perbuat atas semua hal yang sedang menimpanya.