
Aku malu mas, sungguh aku malu."
"Malu? untuk apa kau harus malu dengan suami mu sendiri?"
"Malu karena tubuh ku bukanlah tubuh yang ideal untuk mas lihat."
Laras mengatakan hal tersebut dengan suara yang sangat kecil, dan tetap tenang berada di dalam pelukan Prince.
"Jadi kau tidak mau melayani suami mu sendiri hanya karena alasan itu?"
Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.
"Bukan seperti itu mas yang Laras maksudkan."
"Lalu apa lagi jika bukan itu?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil mulai menciumi leher Laras.
"Mas, mas, tunggu dulu!"
Laras mengatakan hal tersebut sambil mencengkram lengan Prince kuat - kuat.
"Mas, aku, aku..."
Dan pada akhirnya suara Laras hilang, karena Prince berhasil untuk mendaratkan ciuman di bibirnya.
Permainan yang sangat pelan pada akhirnya semakin lama berubah menjadi cepat.
"Kau belum pernah berciuman?"
Prince mengatakan hal tersebut setelah melepaskan ciuman membaranya kepada Laras.
"Belum mas, ini adalah ciuman Laras yang pertama."
Sungguh saat itu juga Prince sangat tercengang dengan pengakuan Laras, karena bagi Prince yang sudah banyak menjelajahi wanita, baru kali ini Prince menemukan wanita yang betul - betul masih tersegel.
"Maafkan Laras ya mas, jika Laras tidak pintar untuk membalas ciuman mas Prince."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya, sungguh saat ini dirinya begitu malu mengangkat wajahnya sendiri di hadapan Prince.
"Ya sudah, jika memang ini hal yang pertama buat mu, aku akan memakluminya, namun lambat laun kau harus terus belajar, apakah kau mengerti?"
"Ya mas, Laras mengerti."
"Sekarang pejamkan ke dua mata mu."
Deg
Seketika itu juga Laras langsung menatap tajam ke arah Prince ketika mendengarkan perkataan Prince.
"Astaga Laras, kau itu polos atau bodoh sih?
"
Prince yang sudah tidak mengerti lagi harus mengatakan apa, hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Laras.
"Mas, maafkan Laras."
Laras yang sadar jika Prince sudah mulai tersulut emosi segera meminta maaf.
"Sekarang begini kau pilih memejamkan mata, atau aku matikan lampunya?"
Deg
Ketika Prince mengatakan hal tersebut baru Laras mengerti apa yang akan Prince lakukan terhadapnya.
"Semuanya sama saja mas."
Dan pada akhirnya Laras mengatakan hal tersebut dengan suara kecil sambil menundukkan wajahnya.
"Baiklah, anggap saja malam ini aku yang akan ambil kendali, aku akan mematikan lampu."
Laras yang sudah sangat malu hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan seketika itu juga gelap gulita terjadi di sekitar Laras.
"Mas, kau dimana? "
Laras yang sudah tidak bisa melihat apa - apa langsung memanggil - manggil nama Prince
"Aku disini Laras."
Prince mengatakan hal tersebut sambil memegang tangan Laras.
"Sekarang tenanglah, percayakan tubuh mu kepada ku, aku akan bermain dengan sangat pelan."
"Iya mas."
Laras yang nampak tidak mengerti apa yang akan dilakukan Prince selanjutnya, hanya bisa mengatakan hal ini.
Dan Prince yang sudah sangat ahli dengan tubuh wanita langsung mengangkat dagu Laras dan mulai mendaratkan ciuman mautnya lagi.
Tak butuh waktu lama untuk membuat Laras terbang ke langit yang paling tinggi, dengan sentuhan demi sentuhan Prince yang dahsyat ke seluruh tubuh Laras, membuat Laras seketika menepis semua rasanya malunya.
"Mas, Laras malu."
Hal tersebut yang Laras katakan ketika Prince pada akhirnya berhasil membuka sebagian pakaian yang Laras gunakan.