
Joe, parkirkan mobil di pinggir agar aku bisa keluar dari sini."
"Baik pak."
Dan Joe melalukan apa yang di minta oleh Prince dengan cepat, di saat itulah Prince bersiap untuk keluar.
"Sore pak Prince."
Begitu Prince keluar dari dalam mobil satu awak media langsung mendekatkan dirinya dan mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Kalian pasti ini mendapatkan informasi atas berita yang saat ini sedang terjadi atas rumah tangga ku bukan ?"
Dengan lantang Prince mencoba mengatakan hal tersebut kepada pada awal media.
"Betul pak, kami mendapatkan kabar bahwa saat ini ibu Laras tertangkap karena merupakan pemakai obat - obat terlarang?"
Satu orang awak media mengatakan hal tersebut kepada Prince dan sorot camera saat ini mengarahkan kepadanya.
Sejenak Prince terdiam dan terus terdiam, kini dirinya menatap tajam ke arah semua awak media yang saat ini menunggu jawaban atas setiap pertanyaan tersebut.
"Ya saat ini istri ku sedang di tahan karena merupakan pemakai obat - obat terlarang."
Lidah Prince sangat kelu saat dirinya mengatakan hal ini kepada para awak media.
Terlebih kini semua camera dalam keadaan siap dan memperlihatkan wajahnya ke berbagai media di tanah air.
"Apa yang membuat ibu Laras sampai mengkonsumsi obat - obat terlarang tersebut pak Prince?"
"Untuk saat ini saya belum akan menjawabnya, namun pada saatnya nanti kami berjanji akan membuat semua cerita ini kepada para awak media."
Sungguh saat ini Prince sangat tidak ingin menjawab pertanyaan awak media di dalam hal ini, namun nampaknya Prince harus tetap menjawabnya agar wawancara kali ini cepat selesai.
"Semua kerjasama yang batal tidak ada hubungannya sama sekali dengan kasus yang saat ini sedang di hadapi oleh ibu Laras."
"Lalu apakah benar dengan rumor yang kami dapatkan bahwa saat ini keadaan rumah tangga pak Prince dan ibu Laras sedang tidak baik - baik saja?"
Sungguh rasanya Prince ingin menghilang dari kerumunan para awak media ketika mereka menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Semua rumor itu tidak benar, rumah tangga ku dengan ibu Laras saat ini masih sangat harmonis, masih sangat baik - baik saja, mohon maaf jika saya tidak bisa menjawab semuanya dengan baik, untuk selanjutnya pertanyaan akan di jawab oleh assisten pribadi saya."
Prince mengatakan hal tersebut sambil menepuk bahu Joe, seakan - akan memberikan isyarat agar langsung melanjutkan pertanyaan berikutnya.
Dengan cepat Prince berlari masuk ke dalam rumah dan sesegera mungkin mengunci pintu rumah tersebut.
"Awak media yang sungguh sangat bar - bar sekali.*
Prince mengatakan hal tersebut dengan menyeka keringatnya yang saat ini sudah bercucuran.
Prince melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar tamu yang sementara ini di huni olehnya.
Begitu masuk ke dalam kamar, Prince masih dapat mencium aroma therapi kesukaan Laras
Prince juga masih melihat keadaan tempat tidurnya yang berantakan akibat pergulatan panjangnya dengan Laras tadi malam.
Seketika itu juga Prince langsung terduduk di pinggir tempat tidur.
"Satu malam berlalu, ya satu malam yang begitu cepat berlalu, Laras apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan? apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan ketika kau mencoba obat terlarang itu? apakah kau sadar itu akan merusak segalanya, ya segalanya."