MY PRINCE

MY PRINCE
DENDAM JAMES



Tepat sekali Laras, kau memang wanita pintar, ya memang permainan ku tidak akan berhenti sampai di sini saja, namun akan melanjutkan dan terus melanjutkan dengan sangat baik sampai ke garis akhir."


"Satu pertanyaan yang belum kau jawab James, untuk apa kau mengatakan semua hal ini kepada ku? kau tau bukan aku adalah istri dari Prince dan aku bisa mengatakan semua hal ini kepada Prince?"


"Dan aku sangat yakin kau tidak akan mengatakan apapun kepada Prince tentang pertemuan kita ini."


'Kenapa kau begitu yakin James?"


"Karena aku memegang kartu mati mu!"


Deg


Seketika itu juga Laras mengerti apa yang telah di maksudkan oleh James.


"James bukankah kau sudah berjanji tidak akan mengatakan hal itu kepada siapapun, kau juga seorang bandar besar, kau pun bisa di tangkap oleh aparat!"


Laras mengatakan hal tersebut dengan berapi - api.


"Ya yang kau katakan semuanya itu benar, namun kau tidak boleh lupa, jika semua itu bisa dibeli dengan uang, kau tidak bertanya - tanya kenapa sampai saat ini aku masih bisa berkeliling dunia, masih bisa berkeliaran dimana - mana? ya semua itu karena uang!"


Dan terdiam lah Laras, karena semua hal yang telah dikatakan oleh James itu benar.


"Baiklah Laras tanpa basa - basi lagi, aku ingin mengajak mu untuk bergabung di dalam rencana ku ini."


Laras langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan semuanya.


"Apa maksud mu James?"


"Aku tau kau adalah istri sah dari Prince, namun aku sudah menyelidiki semua perjalanan hidup mu yang tidak mudah."


"Aku juga tau kau ingin membuktikan kasus kematian ibu kandung mu bukan? namun kau tidak berani karena kau merasa tidak memiliki kekuatan untuk berhadapan dengan Prince dan keluarganya."


"Aku menawarkan mu bergabung karena kita pernah ada di situasi yang sama."


"Ibu ku juga pernah di jatuhkan karirnya oleh ibu Sarawati."


Deg


Laras kini menatap tajam ke arah James.


"James kau.."


"Ya hampir sama seperti mu, jika ibu mu dibunuh, namun jika ibuku pada akhirnya memilih untuk bunuh diri di hadapan ku sendiri."


Saat ini Laras terdiam, ya terdiam karena iba dengan apa yang telah dialami oleh James yang tidak jauh berbeda dengan dirinya.


"Saat itu aku hanya James kecil yang tidak tau apa - apa, namun satu hal yang terus aku ingat bahwa suatu saat nanti aku akan mencari nama Sarawati, karena nama itu yang terus di sebut oleh ibu ku sebelum dia meninggal."


"Setelah ibu ku meninggal, aku hidup di jalanan dan mulai bisnis obat terlarang semenjak aku remaja."


"Aku terus memperkaya diri ku sendiri dan tetap bersumpah mencari wanita yang bernama Saraswati."


"Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan nama itu dan bersumpah akan menyusun rencana untuk nya."


"Di tengah perjalanan aku bertemu dengan mu, dan betapa dunia itu sempit, ternyata kau adalah salah satu pencandu, namun yang lebih sempit lagi ternyata kau adalah istri dari laki -laki yang selama juga sedang menjadi target ku."


"Awalnya aku ingin menghancurkan mu juga, namun semuanya berubah ketika aku mendapatkan informasi tentang kehidupan mu yang sungguh pelik."