
Dan Laras langsung memejamkan matanya.
Dengan lembut Prince menyentuh bibir Laras dan memberikan kecupan hangat disana.
"Mas,..."
Laras membuka mata dan kini mereka saling berpandangan.
"Izin kan aku melayani mu sebagai seorang suami, izin aku memberikan hak mu sebagai seorang istri, aku yang akan melayani mu malam ini di atas sana."
Prince menunjukkan tempat tidur dan di saat itulah Laras mengerti.
Deg
Hati Laras yang kini bergetar sangat hebat, ada satu ketakutan yang teramat sangat ketika dengan berani Prince mengatakan hal tersebut.
"Hei apa yang kau pikirkan sayang?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengusap rambut panjang Laras.
"Apakah kau belum siap untuk melakukan hal itu? jika memang kau belum siap, lebih baik tidak usah untuk di lakukan, aku akan mengerti dan tidak akan memaksa mu sayang."
Prince mengatakan hal tersebut dengan tersenyum.
"Laras sudah siap mas, dan Laras mau mas Prince untuk melayani Laras di dalam ini."
Deg
Dengan berani Laras mengatakan hal tersebut kepada Prince entah mendapatkan kekuatan darimana, ketika Laras berani mengatakan hal itu.
"Aku suka dengan keberanian mu, dan aku suka dengan wanita yang berterus terang di dalam hal ini."
"Baiklah, izin kan suami mu melayani mu dengan baik yah sayang."
Prince mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Laras.
"Iya mas."
Dan Laras pada akhirnya pasrah dengan semua yang akan dilakukan oleh Prince
Di dalam hati Laras hanya mengatakan hal tersebut, keadaannya yang saat ini sedang hamil muda membuat dirinya ketakutan ketika Prince akan kembali menyentuhnya, terlebih ketika Laras belum mengatakan keadaan kehamilannya kepada Prince.
"Satu hal yang ingin aku katakan kepada mu, aku tidak akan mematikan lampu sayang, aku ingin melihat ekspresi mu, aku ingin melihat apakah kau bisa menikmati pelayanan ku atau tidak."
"Mas tapi Laras malu, badan Laras."
"Sssst, sudah jangan katakan itu lagi, aku menerima semuanya sayang, aku menerima, rasa sayang ku kepada mu bukan karena hal itu, ayo kita masuk ke dalam kamar."
Setelah Prince mengatakan hal tersebut Prince mengajak Laras masuk ke dalam kamar dan mulai membelai mesra rambut Laras.
"Mas, Laras malu, mas.*
Namun belum sempat Laras mengucapkan kembali, Prince dengan lembut sudah memberikan ciuman hangat untuknya.
Dengan sangat lembut Price memainkan bibir Laras, ingin akan sangat berbeda dengan apa yang Prince lakukan sebelumnya saat menyentuh tubuh Laras.
"Boleh aku membuka baju mu?"
Prince mengatakan hal tersebut sambil berbisik ke telinga Laras.
"Iya mas."a
Laras mengatakan hal tersebut dengan sangat pelan dan masih dalam dekapan Prince.
"Jangan takut, aku adalah suami mu, percaya bahwa aku sangat mencintaimu, ya aku sangat mencintaimu."
Prince mengatakan hal tersebut sambil membuka satu per satu kancing kemeja Laras.
Dan tanpa butuh waktu lama, semua baju yang dikenakan oleh Laras berhasil dibuka oleh Prince.
"Mas Laras malu, bentuk tubuh Laras sangat gemuk, mas."
Prince yang mendengarkan perkataan Laras yang saat ini dalam keadaan telanjang hanya tersenyum..
"Dengarkan aku, kita sudah satu tubuh, dan seharusnya kau tidak perlu lagi malu di hadapan ku meskipun kau tidak menggunakan pakaian apapun, karena ya kita sudah satu tubuh."