MY PRINCE

MY PRINCE
INGIN MANDI



Terima kasih mas, mas adalah satu - satunya orang yang Laras miliki saat ini, hanya mas Prince saja yang Laras punya, terima kasih ya mas."


Deg


Sungguh saat ini hati Prince kembali tersentak, untuk kesekian kalinya Prince tersadar bahwa tidak ada orang lain yang di punya oleh Laras kecuali dirinya.


"Sama - sama Laras, ayo kita pulang, sudah semakin malam, aku tidak ingin kau berada di tempat terbuka sampai larut malam seperti ini, aku khawatir akan dirimu sayang jadi ayo kita pulang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Iya mas perut Laras juga sudah kenyang, ayo kita pulang."


Dengan manja Laras mengandeng tangan Prince dan mereka berjalan sampai ke dalam parkiran mobil.


Selama di dalam perjalanan Laras lebih banyak menyandarkan dirinya di bahu Prince, saat ini Laras seakan - akan begitu menikmati kebersamaan dengan suaminya tercinta, ya suami yang pada akhirnya sangat mencintainya.


"Sayang sudah sampai ayo bangun."


Sesampainya di parkiran rumah Prince membangunkan Laras yang masih tidur dengan nyenyak


"Iya mas."


Dan Setelah itu Laras langsung bangun dan langsung turun dari dalam mobil.


"Jadi apa lagi yang kau inginkan sayang?"


Sesampainya di kamar Prince kembali mengatakan hal tersebut kepada Laras.


"Laras ingin mandi mas."


Deg


Prince langsung mengernyitkan dahi.


"Mandi? malam - malam seperti ini?"


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya mas."


Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya..


"Ini tidak aneh mas, kita bisa menyalakan air panas bukan, lalu Laras ingin berendam di bathtub di dalam kamar ini mas, sejak Laras berada di dalam rumah ini, Laras belum pernah untuk berendam di bathtub nya, Laras ingin berendam dengan aroma therapi, Laras belum pernah merasakan hal itu mas."


Deg


Kembali Prince tersentak kaget dengan apa yang di inginkan oleh Laras, sesuatu hal yang sangat sederhana namun Prince sama sekali tidak pernah menyadari jika hal itu ternyata sangat berarti untuk Laras, hal itu ternyata sangat menyenangkan untuk Laras.


"Iya, aku akan menyiapkan air panas dan aroma therapi untuk mu yah sayang."


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya, hatinya begitu bahagia ketika hal - hal sederhana yang dia minta di turuti oleh Prince.


"Mas nanti ikut aku mandi yah."


Deg


Ke dua mata Prince kembali terbelalak dengan permintaan Laras.


"Sayang aku mau saja untuk ikut, namun aku takut jika aku tidak kuat untuk menahan dan ingin menerkam mu,."


Prince pada akhirnya mengatakan hal yang menjadi kelemahannya itu.


"Mas, aku hanya ingin mas menggosok punggung ku saja, aku tidak ingin melakukan hal itu di dalam kamar mandi."


"Mas Prince pernah tinggal di Korea lama kan, mas tentu mengetahui tentang hal ini."


Dan seketika itu Prince tersadar apa yang sebenarnya Laras inginkan.


"Laras sayang, aku .."


Namun Prince tidak kuasa melanjutkan kata - katanya karena melihat wajah Laras yang cemberut.


"Baiklah sayang, aku akan melakukan hal itu untuk mu, tunggu yah aku siapkan semuanya untuk mu, aku akan memberikan aroma therapi yang paling menyegarkan untuk mu."


"Terima kasih mas Prince."


Dan setelah itu Prince menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, meskipun hatinya berharap cemas.