MY PRINCE

MY PRINCE
BERI AKU WAKTU



Ya betul apa yang dikatakan oleh rekan kami, saat ini kami berada di dalam krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan yang telah bapak pegang."


Deg


Sungguh saat ini runtuh sudah rasa kepercayaan diri Prince terhadap semua orang yang telah hadir di dalam rapat.


"Ya aku tau mungkin ini adalah salah satu kelalaian ku, dan aku juga tau ada kesalahan demi kesalahan yang telah aku perbuat, jadi apa yang kalian inginkan dari ku saat ini?"


Setelah Prince mengatakan hal tersebut semua orang yang saat ini ada di dalam ruangan kini saling pandang dan saling bergumam.


"Apa yang bisa anda janjikan kepada kami pak Prince?"


Salah satu investor mengatakan hal tersebut kepada Prince.


"Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat, dan aku akan membuat saham yang ada di perusahaan ini kembali stabil."


Hanya hal itu yang pada akhirnya terucap dari bibir Prince, saat ini tidak ada lagi yang bisa Prince ucapkan kepada semua orang yang masih duduk menatapnya dengan tajam


Suara gemuruh pun terjadi di ruang rapat saat semua orang sedang merundingkan apa yang telah dijanjikan oleh Prince.


"Baiklah kami akan memberikan kesempatan untuk bapak agar bisa memulihkan semuanya ini dengan baik, kami akan memberikan kesempatan anda satu bulan terhitung mulai besok pagi, dan ketika kami melihat satu bulan belum ada perbaikan, maka kami semua akan menarik saham kami dari perusahaan ini."


Deg


Sungguh saat ini Prince hanya bisa terdiam, ke dua matanya menatap tajam ke arah semua orang yang hadir.


Satu bulan adalah waktu yang sangat singkat dan hampir mustahil untuk bisa memulihkan keadaan dalam waktu yang sangat cepat seperti itu, namun untuk kali ini Prince harus mengambil keputusan-keputusan dengan sangat cepat, di akhir pada akhirnya dia harus menarik nafasnya untuk bisa memberikan keputusan.


Prince pada akhirnya mengatakan hal tersebut di depan semua orang, satu orang yang sejak tadi hanya bisa menatap tajam dan menggelengkan kepalanya saat mendengarkan Prince menyetujui semua keputusannya dari para pemegang saham.


"Baiklah pak Prince kami akan menunggu kabar berikutnya dari anda, karena saat ini semuanya ada di dalam tangan anda, segala hal yang akan terjadi satu bulan Ini akan kami pantau dengan baik."


Setelah mengatakan hal tersebut satu per satu para pemegang saham meninggalkan ruang rapat.


"Nak kenapa kau berani menjanjikan hal yang menurut mama ini mustahil? mengapa kau tidak meminta atau bernegosiasi dengan cara yang lainnya?"


Sang ibunda yang sejak tadi hanya bisa menatap dan menggelengkan kepalanya kini berani untuk mengatakan hal ini kepada Prince.


"Tidak ada pilihan lain ma, karena saat ini reputasi ku, reputasi perusahaan kita sedang di pertaruhkan di hadapan mereka."


Prince mengatakan hal tersebut dengan menggenggam ke dua tangannya.


Ke dua matanya merah menyala tanda bahwa saat ini Prince sedang penuh dengan kemarahan.


"Semoga kita bisa melalui semua ini, dan istri mu bisa mendukung mu Prince."


Deg


Ke mata Prince langsung menatap tajam ke arah ibu Saraswati saat beliau mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Apa sebenarnya maksud dari perkataan mama tadi? "


Dengan menekan nada suara Prince mengatakan hal tersebut.