MY PRINCE

MY PRINCE
SESI DUA MY PRINCE



Sungguh saat ini tangisan Prince terdengar sangat pilu, tangisan yang sangat tidak ingin dikeluarkan namun pada akhirnya keluar dengan sendirinya.


"Laras, kau dimana sayang Laras apakah kau tau aku begitu mencintaimu, Laras sayang, Laras sayang aku mencintaimu, aku merindukan mu, Laras sayang."


Sungguh miris apa yang saat ini terjadi dengan Prince,satu laki - laki yang dulunya pernah begitu mencintai Laras namun kini harus kembali menangis melihat keadaannya sekarang dan dalam isak tangisnya tiba - tiba saja Prince di ingatkan kembali untuk setiap hal yang pernah terjadi di masa lalu, ya sesuatu hal yang dia lalui.


Malam hari ini semua kenangan terlintas dengan sangat sempurna di dalam ingatan Prince.


Kenangan demi kenangan awal mulanya dirinya bertemu dengan dan dengan tangisannya Prince terus menangis dan terus kembali teringat.


Lima tahun telah berlalu sejak semua kejadian demi kejadian pahit telah berlangsung.


Pagi ini di salah satu kota di Jepang nampak satu wanita cantik sedang duduk di tepi danau dan bermain dengan satu anak kecil.


"Angel hati - hati sayang, hati - hati nanti terjatuh."


Satu wanita cantik tersebut mengatakan hal itu sambil berteriak.


"Laras terima kasih kau telah menjaga Angel satu hari ini, aku sibuk sekali."


Lidia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Laras.


"Sama - sama Lidia, aku pasti akan menjaga Angel dengan baik, karena aku juga sayang kepadanya."


Lidia tersenyum ketika melihat Laras kini dapat mengembangkan senyum nya yang paling manis.


"Laras kau sangat cantik sekali .


"


Tubuh nya yang sudah seperti gitar spanyol, kulitnya yang juga sehat dan saat ini Laras sudah bisa berdandan dengan sangat baik.


"Terima kasih Lidia, namun semua ini karena aku mengenal baik diri mu, terima kasih kau tidak cemburu saat aku bersama dengan Andre, dan terima kasih aku tetap bisa merasakan indahnya memiliki keluarga yang baik dan sangat baik seperti Keluarga kalian."


Laras mengatakan hal tersebut sambil tersenyum lebar


Ya hari ini dan tahun yang telah berganti dengan tahun semakin membuat Laras belajar lebih banyak dari apapun yang saat ini dia hadapi.


"Laras apakah aku boleh menanyakan sesuatu hal kepada mu?


"


Katakan saja Lidia.


"


"Apakah kau tidak ada niatan untuk kembali ke Indonesia? setidaknya untuk menyelesaikan semua kasus mu dengan Prince?"


Deg


Hati Laras kembali bergetar hebat saat nama itu kembali di sebutkan.


" Entahlah Lidia, aku masih belum tau apa yang harus aku lakukan berikutnya, sampai saat ini aku masih belum yakin apakah aku harus kembali atau tidak, hati ini ingin kembali tapi tidak dengan raga ku."


Laras mengatakan semua hal tersebut kepada Lidia, sahabat yang akhir - akhir ini sering selalu menemani dirinya.


"Aku mengerti jika hal itu terasa berat untuk mu, karena aku juga pernah mengalami hal yang sama, hal yang sama, saat aku terluka oleh Andre, saat itu rasanya hati ini sangat sakit ketika mendengarkan namanya disebut, menjadi sangat sakit ketika semua itu mulai di ingat namun satu hal yang pasti, kita tidak akan pernah bisa membuang kenangan, karena kenangan itu ada untuk kita bisa menyelesaikan sesuatu hal yang memang belum selesai di masa lalu.