MY PRINCE

MY PRINCE
INGIN MEMELUK



Katakan dulu kepada ku sayang."


"Ya mas, aku akan tidur di kamar tamu dengan mu nanti malam, ayo cepat mandi mas."


Laras yang sudah sangat gemas dengan suaminya terus mengatakan hal tersebut.


"Baiklah sayang, aku mencintaimu sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil memberikan ciuman di puncak kepala Laras berkali -kali sebelum pada akhirnya meninggalkan Laras untuk mandi membersihkan dirinya.


Bukan menjadi ritual yang lama ketika pada akhirnya Prince kembali lagi ke meja makan dalam keadaan sudah bersih.


"Jadi makan malam apa hari ini sayang."


"Ini lihatlah sendiri."


Prince lalu melihat meja makan yang kini penuh dengan hidangan.


"Semur jengkol, ikan asin, sayur asam, ada nasi timbel komplit?"


Laras mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Ya nasi timbel komplit untuk mu mas, malam ini bi Ijah sengaja memasak semuanya ini untuk mu."


"Bukan saja untuk ku Laras, namun untuk mu juga."


"Iya mas, ayo kita makan."


Laras mengatakan hal tersebut sambil mulai mengambil makanan kesukaannya yaitu semur jengkol.


"Kau suka sekali makan ini?


"


Prince mengatakan hal tersebut sambil melihat Laras yang sejak tadi melahap habis semur jengkol yang ada di dalam piringnya.


"Iya mas, sebelum ibuk meninggal, Ibuk selalu memasak ini untuk Laras."


Dan seketika itu juga Prince terdiam, karena saat ini tiba - tiba saja Laras mengatakan tentang sang ibunda yang telah tiada.


"Mas ada apa? apakah ada masalah jika aku makan semur jengkol ini banyak? jika memang masalah untuk mas Prince, aku bisa tetap tidur di lantai dua."


"Sama sekali tidak menjadi masalah Laras, apapun yang kau makan tidak akan membuat mu terusir dari tempat tidur ku bersama dengan ku."


Prince mengatakan hal tersebut dengan tersenyum, sungguh malam ini menjadi malam yang romantis, ya romantis di atas meja makan dengan segudang canda dan tawa.


Meskipun saat ini ke dua insan sedang saling tidak jujur dengan apa yang telah terjadi, namun pada malam hari ini ke dua insan sedang mencoba untuk melampiaskan hal tersebut dengan candaan yahh terkadang terkesan kosong.


"Ayo sayang, kita ke kamar, biarkan semuanya disini, para asisten rumah tangga akan mengerjakan tugas mereka dengan baik."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengajak Laras untuk masuk ke dalam kamar, ketika Laras akan membantu membersihkan makan malam pada hari ini.


"Ya mas."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras dan juga Prince beranjak dari tempat duduknya masing- masing untuk menuju ke dalam kamar tamu.


"Mas, ayo kita duduk di tepi kolam renang."


Laras yang sedang tidak ingin cepat - cepat tidur membuka pintu yang langsung terhubung dengan kolam renang, dan Prince pun mengikuti langkah kakinya.


"Sunyi sekali malam ini."


"Iya sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil memeluk pinggang Laras dari belakang.


"Sayang boleh kah aku memeluk mu seperti ini untuk beberapa saat?


"


Prince mengatakan hal tersebut sambil menciumi pundak Laras yang terbuka.


"Apakah ada yang terjadi hari ini mas?


"


"Ada sayang masalah pekerjaan, semua orang saat ini sedang menyalahkan aku, kau pasti sudah mengetahui semua kabar itu dari media bukan?."


"Ya mas hanya sekilas, karena tiba - tiba saja semuanya hilang."


"Ya sayang aku telah menarik semua berita itu tadi siang."