MY PRINCE

MY PRINCE
TIDAK ADIL



"Apa yang kau anggap sulit Prince?"


"Ma, aku jijik dengan wanita itu, dan sekarang mama meminta aku untuk menyentuhnya, bukan hanya menyentuhnya, tapi juga memberikan anak dari rahim perempuan itu, ma yang aku miliki ini bibit unggul, dan aku harus menanamkan bibit unggul tersebut ke dalam rahim wanita yang tidak berkelas seperti dia, ma coba pikirkan !"


"Mama mengerti apa yang saat ini sedang kau bicarakan, dan mama sangat paham akan hal itu."


"Namun tidak ada yang bisa kita lakukan lagi kecuali hal ini, Larasati yang menjadi ahli waris ternyata hanyalah wanita sederhana yang tidak berpendidikan tinggi, memiliki wajah yang tidak menarik serta bentuk tubuh yang gemuk, mama melakukan semua ini karena mama tidak akan pernah mau jatuh miskin dan hidup menjadi gelandangan, itu saja yang mama selalu perhatikan."


Prince terdiam dengan semua perkataan sang ibunda.


"Kau juga harus tau, semua usaha yang saat ini sedang kau jalani di Korea Selatan, masih di bawah naungan perusahaan ini, jika sampai perusahaan ini bangkrut, maka semua usaha mu juga akan bangkrut."


"Kau hanya cukup membuat Larasati, menjaganya sampai anaknya lahir dengan selamat, setelah semua itu kau boleh membuangnya, namun anak itu harus bersama dengan kita, karena semua harta warisan Larasati akan jatuh ke tangan anak kandung kalian."


Prince kembali terdiam dengan semua perkataan sang ibunda.


"Apakah tidak ada cara lain ma?"


"Tidak ada cara lain Prince hanya ini yang harus kau lakukan, satu hal lagi, usir Jesika dari dalam rumah."


"Kau tau, Larasati sangat terluka dengan kehadiran Jesika, jika sampai dia meninggalkan mu hanya karena wanita ini, maka semua harta warisan tidak akan jadi kita dapatkan, yang harus kau tau, sampai saat ini Larasati tidak pernah mengetahui bahwa dia adalah pemilik dari semua warisan yang seharusnya jatuh ke tangan kita."


"Mama berharap kau bisa memikirkan semuanya dengan Prince, pikirkan semua hal tersebut bukan atas diri mu sendiri, namun betapa semua orang akan terkena dampak dari setiap keputusan yang akan engkau ambil nanti."


"Suka tidak suka, hari ini juga mama akan mengusir Jesika, kalian boleh bertemu dengan sesuka hati, tidak menaruh Jesika di dalam rumah ini Prince."


Setelah mengatakan hal tersebut ibu Saraswati langsung bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerja Prince.


"Hei, kenapa semua harus aku yang menanggungnya? aku tidak mengerti akan cerita masa lalu kalian yang sebenarnya, aku juga tidak terlibat di dalam hal ini, namun akibat apa yang telah kalian lakukan, kini aku harus menanggung akibatnya, dasar orang tua tidak adil."


Prince mengatakan hal tersebut dengan mengacak - acak rambutnya.


"Arrrh apa yang harus aku lakukan sekarang membayangkan menyentuh tubuhnya saja aku tidak sanggup, apalagi ini harus melakukan hubungan badan dengannya, wanita siapa yang bisa aku bayangkan agar aku bisa melakukan hal itu dengan wanita kampung, sungguh aku jijik, sungguh jijik."


Prince mengatakan hal tersebut sambil bergidik, karena mau tidak mau dia tetap harus menyentuh Larasati untuk mendapatkan keturunan.


Pilihan yang cukup sulit di hari itu bagi Prince, bagaimana dia harus melakukan sesuatu hal yang tidak dia suka, dan bagi Prince ini sungguh tidak adil.