MY PRINCE

MY PRINCE
Bertemu Lagi



Rumah mewah yang besar yang sebenar nya lebih cocok dikatakan istanah, dengan pagar keemasan yang tinggi dan tembok putih yang tak kalah tinggi dari pagar rumah itu.


Vincent yang habis mandi menatap dirinya dikaca, melihat wajahnya seketika dia memegang dahinya yang sudah tidak ada bekas memar, akibat ulah valerie.


" Gadis itu " ucap vincent, tanpa sadar dia menarik sudut bibirnya sehingga membentuk senyuman yang jarang diperlihatkan nya.


(Menelfon)


tit....tit


orang sebrang sana : selamat malam pak


Vincent : Aku ingin pergi ke villa dibogor, akan ada pertemuan disana.


orang sebrang sana : Baiklah pak, apa masih ada lagi.


Vincent : Tidak ( langsung memutuskan sambungan telefon )


***


Valerie yang sudah siap membereskan barang-barang yang akan dibawah nya, karnah hari ini dia dan teman-temannya serta Ken dan dua temannya akan pergi berlibur ka bogor, bertepatan besok adalah akhir pekan.


" Ve mau kemana sayang?? " Tanya helena, melihat valerie berjalan kearah pintu utama membawa ransel besarnya


" Hai mom ve mau berlibur ke bogor bareng olivv dan tika " Ucap valerie mencium punggung tangan mama nya.


" Yaudah hati-hati yah bawa mobilnya, jangan ngebut-ngebut " pesan helena


" iyah ma, ve pergi dulu yah ma " ucap valerie masuk kemobil miliknya.


***


(Taman bangsa dikota Z )


Hari ini mereka janjian di taman kota Z, karnah Valerie, olivvia dan chantika akan satu mobil, begitu juga dengan tiga boys yang mengikuti merek.


" Ayo guys biar sampe nya ngak terlalu malam " ucap ken


" Kalian pergi lebih dulu aja, kita masih mampir di toko beli cemilan untuk dijalan " Ucap chantika


Mereka pun melajukan mobil masing-masing


***


Vincent yang juga melakukan perjalanan ke bogor, harus menunda karena ban mobil nya pecah.


" Pak kenapa bisa tidak ada ban candangan sih pak " ucap vincent kesal


" Maaf pak, saya lupa menaruh bancadangan ke mobil " Ucap pak zetno sambil mencoba menghubungi montir terdekat


" Aduh pak, ini sudah di pedalaman, dan untuk montir sampe kesini butuh waktu dua jam " tambah pak zetno


Terlihat ada mobil menujuh ke arah mereka, dengan segera pak zeno mencoba memberhentikan mobil nya untul meminta tolong.


" Eh ken itu ada orang, yang kayaknya butuh bantuan " ucap marcello yang melihat bapa-bapak yang melambaikan tangan nya.


" Ngak usah siapa tahu itu penjahat, dan itu hanya modusnya " Ucap ken yang tidak berhenti malah lebih melajukan mobilnya.


" Aduh gimana lagi ini, mati kalau manusia es itu pecat saya, kenapa bisa sih zeno kamu lalai begini " gerutu zeno dalam hati


Beberapa saat kemudian ada lagi mobil yang menujuh ke arah mereka.


" Pak itu lagi pak ada mobil kayaknya mendekat " ucap vinvent antusias


Pakzeno yang melihat itu mencoba melambaikan tangannya untuk meminta pertolongan.


" eh siapa itu cari mati kali yah " ucap olivvia


" mungkin dia mau minta tolong kali ve " ucap chantika


" kita tolongin ngak yah?? gimana kalau iti hanya modus " ucap valerie ragu-ragu


" kayak nya ngak deh ve mobilnya aja keluaran terbaru yang hanya ada tiga didunia, mana ada penipu pake mobil ke gitu " ucap chantika.


Melihat mobil itu berhenti pak zeno pun tersenyum, karnah akhirnya ada yang mau menolong.


Vincent hanya sibuk dengan Hp, dan bersandar didepan mobilnya


" Ada apa pak?? apa ada yang bisa saya bantu " tanya valerie. cahantika dan olivvia pun keluar dari mobil


" gini neng mobil majikan saya pecah ban, dan harus diganti sedangkan montir yang diminta kemari masih dalam perjalan dan mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama "


" Sama saya ada bancadangan kok pak, kalo bapak mau saya bisa memberikannya " ucap valerie


" tapi neng ban ini berbeda dari ban lainnya " ucap pak zeno tersenyum


" oh iyah ya pak, secara itu mobil keluaran terbaru " ucap valerie melihat ke arah ban mobil vincent


" bisakah bos saya ikut bersama kalian ke bogor, karnah sebentar lagi matahari terbenam " ucap pak zeno


Valerie pun melihat kearah orang yang bersandar didepan mobil nya yang hanya dilihat belakangnya.


" Baiklah pak " ucap valerie, pak zeno pun langsung berlari kecil ke arah vincent


" pak silahkan pak pergi lah bersama mereka"


ucap pak zeno


" Apa saya pergi bersama mereka " tanya vincent dengan suara yang meninggi


" Begini pak montir yang saya hubungi mungkin akan sampai dua jam lagi, " jelas pak zeno


" apakah mereka tidak punya ban cadangan, katakan saya akan bayar berapa pun "


" tapi kan pak ban mobil bapak berbeda dengan punya mereka " jelas pak zeno


Vincent pun hanya bisa pasrah.


" Selamat malam " ucap vincen, valerie yang membelakangi vincent pun langsung berbalik


" kamu, Lo " Ucap vincent dan valerie


" pak zeno, saya tidak mau jika harus satu mobil dengan pembawa sial ini " ucap vincent


" Enak aja pembawa sial, emang wajah gue yang cantik jelita ini pantas gitu dibilang pembawa sial " ucap valerie yang setengah berteriak


" ha....ha sok kecantikan, muka kayak pan**t sapi bangga " ejek vincent


" dasar om-om gila "


" Tapi pak jika pak tidak ikut bersama mereka, bapak harus menunggu disini dan itu akan memakan waktu pak "


sejenak vincent berpikir jika dia tidak ikut maka itu akan memakan waktu, jika dia ikut dia akan satu mobil dengan orang yang dia anggap pembawa sial.


" yudah deh pak saya ikut sih pembawa sial ini aja " ucap vincent mengambil tas nya dimobil


" lo yah udah ditolongin, bukan nya makasih malah ngejek " ucap valerie


" saya duduk dimana ini " tanya vincent


" noh di atap " kesal valerie dan langsung pergi ke mobilnya


" itu om duduk disamping ve, nanti saya dan teman saya di belekang " ucap cantika


" om?? segitu tua nya wajah, sampe-sanpe dipanggil om " ucap vincent dalam hati, seraya memegang wajahnya


( didalam mobil )


" Bawa nya pelan-pelan, saya masih mau hidup " ucap vincent


" om pikir hanya om yang mau hidip, ngak usah banyak protes deh om " ucap valerie


***


(Villa Delia)


" Akhirnya sampe " ucap ken merenggangkan otot nya


" eh mereka udah sampe belum yah divilla mereka " tanya marcello


Yah mereka memang berbeda villa tapi jarak antar vila mereka tidak terlalu jauh, mereka berbeda vila karena tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Valerie dan dua sahabat nya itu memilih nginap divilla milik valerie, dan ken, marcello, michael memesan villa yang ada.


" Coba telfon deh bray " ucap ken


tit....tit...tit


" ngak diangkat bro, mungkin mereka udah tidur " ucap marcello


.


.


.


.


.


Hai guyss makasih yah udah mamlir ke novel aku☺️🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys☺️☺️