
Prince yang khawatir akan keadaan Laras langsung mengatakan hal tersebut.
"Untuk apa kau kemari lagi mas?"
Deg
Hati Prince tersentak ketika dengan lantang Laras mengatakan hal itu kepadanya.
" Apakah aku tidak boleh untuk melihat mu Laras?"
Prince mengatakan hal tersebut dengan berani.
"Sama sekali tidak mas."
Dengan kuat Laras langsung menggelengkan kepalanya dan mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Laras tunggu jangan tutup pintunya dulu, Laras!*
Prince mengatakan hal tersebut dengan berteriak karena tiba - tiba saja Laras menutup pintu kamarnya.
"Pergi saja mas, aku sedang tidak enak badan dan sedang tidak ingin di kunjungi!"
Dari dalam kamar Laras mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Laras apakah kau baik - baik saja? Laras ayo sayang buka pintunya aku sangat khawatir akan keadaan mu saat ini."
Prince yang sangat kaget dengan perlakuan Laras pagi ini kembali mengetuk - ngetuk pintu kamar Laras.
"Laras, ayo sayang jangan seperti ini, aku salah apa? katakan Laras, tapi jangan melarang ku untuk bertemu dengan mu, aku bisa gila!"
Tidak ada jawaban apapun yang kembali terdengar dari dalam, karena saat ini dari balik pintu Laras sedang menangis hebat.
Kenapa laki - laki ini setiap pagi selalu ingin datang ke tempat ku? tak adakah wanita lain yang lebih dari ku? kenapa dia selalu ingin kemari? bagaimana jika dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan ku?"
Laras mengatakan semua hal tersebut dari dalam hati, saat ini ke dua mata tertuju kepada jarum suntik yang tergeletak begitu saja di lantai kamar, saat ini Laras langsung kembali mengingat - ingat peristiwa semalam.
"Aku kotor mas, aku kotor."
Laras mengatakan hal tersebut dengan suara yang sangat pelan dan mengusap - usap ke dua lengannya.
"Mas, aku tidak akan pernah kembali ke Indonesia, mas aku tidak akan mungkin kembali ke sana, mas kau akan menyesal jika sampai saat ini masih mengejar ku!"
Laras terus mengatakan hal tersebut dengan Shara yang pelan, saat ini dirinya begitu takut jika suara tangisnya masih di dengarkan oleh Prince yang sampai saat ini dia tidak tau apakah laki - laki itu masih ada di balik pintu atau tidak.
"Ayo Laras, kau tidak boleh berlama - lama dalam keadaan seperti ini, kau harus bekerja, hutang - hutang mu saat ini sudah semakin menumpuk, tidak ada yang bisa kau andalkan kecuali diri mu sendiri, karena memang kau sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras kembali menangis dengan histeris, meratapi jika memang saat ini dirinya selalu sendiri.
Dengan sisa - sisa kekuatan yang Laras miliki, Laras pada akhirnya mencoba untuk bangkit dari tempat duduknya, Laras mencoba untuk menghapus air matanya yang sejak tadi tidak ingin berhenti untuk mengalir.
"Semoga mas Prince sudah pergi dari tempat ini, semoga mas Prince pada akhirnya merasa lelah dan memutuskan untuk tidak kembali mengejar ku, ya semoga."
Laras mengatakan hal tersebut sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya, dan langsung bersiap- siap untuk bekerja.
"Sempurna, bedak ini akan menutup segala kesedihan yang saat ini masih menjadi teman baik ku."
Laras mengatakan hal tersebut sambil meletakkan kuas untuk mengoleskan bedak tersebut ke wajah nya yang cantik.