MY PRINCE

MY PRINCE
BERTEMU KEMBALI



Namun belum selesai membaca tiba - tiba saja salah satu asisten rumah tangga di rumah Andre menghampirinya.


"Mbak Laras, di luar ada dari kepolisian mencari bapak Andre."


Deg


Seketika itu juga Laras sangat terkejut dengan pemberitahuan yang dia terima.


"Polis bi? untuk apa polisi mencari pak Andre?"


Dengan cepat sang asisten rumah tangga tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Saya tidak tau mbak Laras."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras langsung berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke arah ruang tamu.


"Pagi pak ada yang bisa saya bantu?"


"Selamat pagi, kami dari kepolisian ingin memberikan surat panggilan untuk saudara Andre agar datang ke kantor kepolisian."


Salah satu aparat memberikan surat panggilan untuk Andre.


"Surat panggilan atas dasar apa pak?"


"Surat panggilan untuk di minta keterangan atas video yang sudah tersebar ke masyarakat luas."


Deg


Dan saat itulah Laras tersadar jika di sini ada pelanggaran.


"Baik pak, nanti akan saya sampaikan kepada pak Andre."


Dan setelah mengatakan hal tersebut para aparat pamit untuk pulang.


Sementara itu Laras terduduk di ruang tamu dan membuka isi surat panggilan tersebut dan membacanya dengan teliti..


"Astaga, ini memang pelanggaran."


Laras mengatakan hal tersebut dan langsung merebahkan dirinya di kursi ruang tamu.


Setelah tenang Laras mencari ponselnya dan langsung menghubungi seseorang.


Laras ternyata menghubungi Prince dan memintanya untuk bertemu.


"Baik mas, di cafe O, jam lima sore, Laras akan datang kesana.*


Selesai mengatakan hal tersebut Laras langsung menutup panggilan di ponselnya.


"Aku yang salah, ini aku yang salah, tidak seharusnya aku pergi dari rumah apapun masalah yang saat ini aku hadapi dengan mas Prince."


Laras kembali mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.


"Jika aku memilih untuk bertahan, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini."


Laras kembali mengatakan hal tersebut dan terus duduk di ruang tamu.


"Baiklah, aku akan membantu untuk menyelesaikan masalah ini, Dre tak seharusnya kau terlibat, ya tak seharusnya aku melibat mu Dre, karena bagaimanapun kau adalah orang lain untuk ku dan juga mas Prince, seharusnya aku dan mas Prince bisa menyelesaikan semuanya dengan baik."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras berdiri dari tempat duduknya dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Hari ini kepala ku pusing sekali, ah mungkin aku harus istirahat sebelum aku bertemu dengan mas Prince."


Laras mengatakan hal tersebut sambil merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya.


Sore hari pun tiba, hari ini Laras memesan taxi online untuk bertemu dengan Prince di cafe O di pusat kota dan perjalanan menuju cafe tersebut tidak berlangsung lama.


Sesampainya di cafe tersebut Laras sudah melihat Prince yang sedang duduk dengan santai.


"Mas Prince."


Laras menyapa laki - laki yang saat ini masih begitu dia cinta, sore ini Prince menggunakan kemeja dan celana jeans warna biru, badannya yang tinggi tegap, serta kulitnya yang putih membuat dirinya semakin menawan.


Ingin Laras memeluk laki - laki yang sampai saat ini masih sah menjadi suaminya, Laras ingin memeluk dan mengatakan bahwa betapa dirinya sangat merindukannya.


"Duduklah Laras."


"Ah iya mas Prince."


Lidah Laras begitu kelu saat dia mengucapkan hal tersebut di hadapan Prince, entah mengapa rasanya begitu asing.