MY PRINCE

MY PRINCE
KEDATANGAN LIDIA



Laras mengatakan hal tersebut dengan menghapus air matanya, namun baru beranjak dari tempat duduknya Laras langsung terdiam.


"Apa mas Prince mau menerima anak ini? apa mas Prince betul - betul bisa menerimanya? apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya? bagaimana jika mas Prince malah mencampakkan anak ku nanti? mas Prince saja tidak pernah mencintai ku, apalagi dengan anak ku yang saat ini ada di dalam kandungan ku."


berbagai pikiran tiba - tiba saja terlintas di benak Laras dan hal tersebut yang pada akhirnya membuat Laras berpikir kembali untuk mengatakan atau tidak apa yang saat ini sedang terjadi dengan dirinya.


Dan belum sempat untuk melanjutkan pikiran tersebut tiba -tiba saja ada satu asisten rumah tangga mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa bi?"


"Mbak Laras di luar ada tamu."


"Tamu? mau mencari siapa bi?"


"Nama tamunya ini Lidia dan ibu Lidia datang membawa satu anak kecil mbak."


"Ah siapa yang ibu Lidia cari bi?"


"Ibu Lidia mencari pak Andre mbak."


"Oh katakan saja jika pak Andre tidak ada di rumah bi "


"Tapi tamu tersebut juga ingin bertemu dengan mbak Laras."


Laras langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan dari sang asisten rumah tangga tersebut.


"Bertemu dengan ku?"


Dengan cepat sang bibi kembali menganggukkan kepalanya.


"Iya mbak Laras, tamu itu juga mencari mbak Laras."


Laras yang saat itu masih kebingungan dengan status anaknya langsung berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari dalam kamar.


"Ayo bi aku akan menemuinya, siapa tau tamu itu penting."


Laras mengatakan hal tersebut sambil berjalan ke arah ruang tamu.


Dan begitu sampai di ruang tamu, Laras melihat satu wanita bertubuh mungil dan sangat cantik duduk diruang tamu dengan troli bayi ada di sampingnya..


"Ini Lidia?"


Dengan cepat Laras mengatakan hal itu kepada Lidia.


Dengan cepat Laras langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya betul saya Laras, apakah ada yang bisa di bantu?


"


Laras mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Lidia.


"Perkenalkan aku Lidia mantan tunangan dari Andre."


Lidia mengatakan hal tersebut sambil mengulurkan tangannya kepada Laras.


Sejenak Laras menatap tajam ke arah Lidia, namun pada akhirnya Laras membalas uluran tangan tersebut.


"Perkenalkan nama ku Laras sahabat dari Andre."


Dengan cepat Lidia langsung mengernyitkan dahinya.


"Sahabat dari Andre?"


Lidia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Laras.


"Ya betul aku Laras sahabat dari Andre."


"Ah seperti itu, aku baru mengetahui jika Andre saat ini memiliki sahabat wanita yang sangat baik hati."


Lidia mengatakan hal tersebut dengan menganggukkan kepalanya.


"Ada yang bisa aku bantu ibu Lidia?"


Laras kembali bertanya karena sejak tadi hanya melihat Lidia memandang ke sekeliling rumah Andre.


"Ah iya maafkan aku mbak Laras, kedatangan ku kemari sebenarnya hanya ingin mengetahui kabar Andre saja, namun aku yang lupa, Andre adalah seorang dokter yang tentunya sangat sibuk jadi saat aku datang aku tidak bisa bertemu dengan Andre."


"Iya ibu Lidia, setiap pagi Andre sudah berangkat ke rumah sakit."


"Ah seperti itu sangat dekat sekali yah kalian persahabatan yang sangat baik, sampai - sampai Andre mengizinkan wanita yang bukan istrinya bisa tinggal satu atap dengan dirinya."


Deg


Laras langsung terdiam dengan perkataan dari Lidia.