
Ah ya mas, Mr James hanya menyapa ku saja dan mengatakan bahwa mas Prince sangat ramah."
Laras yang tidak tau harus berkata apa lagi, kini hanya bisa berbohong kepada Prince.
"Ya sayang kau benar, Mr James juga sangat ramah, kau tau dia termasuk jajaran orang paling kaya di tanah air kita ini."
Dan seketika itu ke dua mata Laras langsung terbelalak, namun pada akhirnya Laras memilih untuk tetap diam dan tidak banyak bertanya lagi kepada Prince.
"Mas apakah pesta ini masih lama?"
"Kenapa? apakah kau ingin pulang?"
"Jika memang sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan aku ingin pulang mas, maafkan, aku tidak pernah terbiasa untuk berkumpul dengan banyak orang seperti ini dalam waktu bersamaan."
"Ah aku sangat mengerti sayang, aku rasa tidak perlu lagi untuk hal yang harus di bicarakan, ayo kita pulang."
"Tunggu mas Prince, apakah mas betul - betul tidak keberatan?"
"Tentu saja Laras, aku juga sudah sangat lelah sebentar lagi matahari tenggelam dan aku ingin menikmati malam bersama dengan mu lagi."
Laras yang langsung mengerti kini hanya bisa menundukkan wajahnya saja.
"Ya sudah ayo kita pulang mas."
Prince pun mengandeng tangan Laras dan mereka pun keluar dari dalam gedung tersebut.
Sementara itu nampak sepasang mata sedang memperhatikan dengan baik Laras dan Prince yang telah keluar dari gedung.
"Selidiki wanita itu."
"Baik pak James."
Dan setelah mengatakan hal tersebut James pun ikut meninggalkan pesta yang menurutnya sangat membosankan.
Sementara itu Laras dan Prince yang kini sudah kembali ke rumah segera masuk ke dalam rumah.
"Sayang, aku ingin mengambil beberapa pakaian ku di dalam kamar mu."
Deg
Laras langsung terlihat sangat kaget ketika Prince mengatakan hal tersebut, ya selama ini kamar asli Prince telah di tempati oleh Laras.
"Tidak perlu sayang, itu hanya baju saja."
"Mas Laras adalah istri mas, dan sudah menjadi tugas Laras untuk melayani apa yang menjadi kebutuhan mas Prince."
Dan Prince langsung tersenyum.
"Baiklah, ambilkan piyama ku, dan malam ini aku menunggu kedatangan mu di dalam kamar ku."
Deg
Laras terdiam saat Prince mengatakan hal tersebut di dalam telinganya.
Laras pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya saat Prince mengatakan hal tersebut.
Dengan cepat Laras naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar.
"Untuk sementara mas Prince tidak boleh masuk ke dalam kamar ini ya mas Prince tidak boleh masuk ke dalam kamar ini."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menatap kepada meja rias dimana di atas meja tersebut masih terdapat beberapa obat - obat terlarang yang belum sempat dia bereskan.
"Aku harus segera turun, agar mas Prince tidak curiga."
Laras mengatakan hal tersebut sambil membawakan piyama Prince dan juga beberapa baju yang dia bawa.
"Mas maafkan Laras lama."
Laras masuk kembali ke dalam kamar Prince dan membawakan semua pakaiannya.
"Sayang, aku sangat merindukanmu."
Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium punggung Laras.
Dan detik itu juga Laras bergetar hebat.
Prince yang pada akhirnya mengetahui kelemahan sang istri kembali melakukan ciuman demi ciuman tersebut ke punggungnya.
"Mmmas apa mas tidak untuk mandi terlebih dahulu mas, ini sudah hampir malam."