MY PRINCE

MY PRINCE
KEMARAHAN PRINCE



Joe mengatakan hal tersebut kepada salah satu aparat yang saat itu sedang berjaga, dan Prince lebih memilih terdiam dan melihat sekeliling untuk menenangkan hatinya.


"Pak Prince mari."


Joe mengatakan hal tersebut kepada Prince dan membuat Prince tersentak dari lamunannya yang panjang ya sungguh lamunan yang panjang.


Kini Prince hanya terdiam dan mengikuti langkah kaki dari satu aparat dan juga Joe.


"Silahkan di tunggu."


"Baik pak, terima kasih."


Joe mengatakan hal tersebut kepada salah satu aparat yang telah mengantarkan dirinya ke dalam salah satu ruangan.


Ya ruangan yang mirip di film - film yang selama ini dilihat oleh Prince, ruangan dimana ketika sang narapidana di jengguk oleh keluarganya.


"Karena saat ini mbak Laras masih dalam rangka pemeriksaan, maka kita tidak bisa berlama-lama di tempat ini pak."


Joe mengatakan hal tersebut dengan membisikkan kepada Prince.


Butuh menunggu beberapa menit sebelum pada akhirnya Laras di bawa kehadapan mereka.


Pintu pada akhirnya terbuka dengan pelan, dan di saat yang bersamaan ke dua mata Prince melihat wanita yang dia cintai di borgol ke dua tangannya, dan menggunakan baju tahanan.


Sungguh hati Prince seperti di sayat - sayat sebilah pisau tajam ketika melihat penampilan Laras kali ini.


Baru semalam dirinya menciumi sang istri di atas tempat tidur, baru semalam dirinya mendapatkan pelayanan terbaik sang istri di atas tempat tidur..


Namun pagi ini tiba - tiba saja Prince mendapatkan sang istri, wanita yang sama dengan wanita tadi malam, wanita yang sama dengan wanita yang sangat dia cintai, namun kini wanita tersebut sudah berstatus tahanan di dalam kepolisian.


"Pagi mas Prince."


Laras mengatakan hal tersebut dengan tenang, ya saat ini Laras berusaha dengan setenang mungkin mengatakan hal itu kepada suaminya sendiri.


Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam saat ini sebenarnya Laras sangat ketakutan dan Laras ingin sekali menangis di dalam pelukan suaminya.


"Apa yang ingin kau katakan kepada ku saat ini Laras?"


Deg


Sakit rasanya hati Laras, saat panggilan sayang kini kembali berubah menjadi namanya lagi.


"Akhirnya mas tau apa yang saat ini terjadi dengan Laras bukan?"


Laras mengatakan hal tersebut dengan menarik nafasnya panjang, sungguh air mata yang berusaha dia tahan pada akhirnya keluar juga.


"Apa yang ada di dalam pikiran mu sebenarnya Laras!


"


Prince mengatakan hal tersebut dengan perlahan namun penuh tekanan karena kemarahan yang tidak bisa dia salurkan saat ini.


"Jika ini bukan kantor polisi, mungkin aku akan membentak dan menampar mu, ya menampar atas perbuatan yang bisa - bisanya kau lakukan ini!


"


"Kau tau semua klien ku pagi ini lari karena mendengar berita mu, kau tau ibuku marah besar dengan semua hal yang terjadi, jika kau bermaksud untuk menghancurkan aku, saat ini kau memang Laras!


"


Laras kini hanya terdiam dan terus terdiam, tidak ada kata - kata lagi yang bisa dia katakan kecuali hanya tangisan dan tangisan saja yang keluar.


"Hei apakah kau dengar? apakah kau dengar dengan semua hal yang telah aku katakan ha?


"


Sungguh saat ini kemarahan Prince saat tinggi, namun dia tidak bisa mengatakan lebih keras lagi terhadap Laras.