
Malam ini pada akhirnya Prince memilih untuk mengendalikan hasratnya, malam hari ini pada akhirnya Prince memilih untuk tidak melakukan hal yang seharusnya bisa dia lakukan, malam ini pada akhirnya Prince bisa mengerti arti sebuah penghormatan untuk wanita yang dia cintai.
Dimana Prince tidak pernah memaksa.
Dengan penuh kelembutan Prince mendekap tubuh wanita yang saat ini sanga dia cintai.
Waktu demi waktu yang sangat Prince tidak akan pernah sia - sia kan begitu saja
"Sayang, aku berjanji akan menjaga mu, berikan aku kesempatan, ya berikan aku kesempatan satu kali saja."
Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Laras.
Di dalam hangatnya malam, Prince pada akhirnya ikut memejamkan ke dua matanya, di samping satu wanita yang sudah beberapa tahun ini ingin kembali dia gapai.
Malam ini menjadi satu cerita baru ke dua insan yang saat ini sedang saling merindukan.
"Ada apa dengan ku?"
Pagi ini saat Laras membuka mata, dirinya begitu kaget ada di atas tempat tidur satu hotel mewah.
"Kepala ku sakit sekali."
Dengan perlahan Laras mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk duduk di atas tempat tidur.
"Astaga apa yang terjadi? diman pakaian ku?"
Laras mengatakan hal tersebut dengan histeris, karena saat ini dirinya menyadari jika hanya berbalut selimut putih saja.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan ku? ayo Laras kau harus mengingatnya, ayo Laras."
Laras mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk memukul - mukul pelan kepalanya.
"Semalam aku seperti mendengarkan suara mas Prince, aku seperti merasakan dia memeluk dan mencium ku?"
Laras yang perlahan mulai kembali mengingat -:ingat mencoba untuk mengatakan hal itu.
"Ah pasti aku hanya bermimpi, mana mungkin mas Prince datang kemari."
Laras mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau sedang tidak bermimpi Laras "
Deg
Laras sangat kaget dengan suara dan juga satu laki - laki yang saat ini tiba - tiba saja membuka pintu kamar.
Tidak ada lagi kata - kata yang bisa Laras ucapkan selain kembali menarik kembali selimut putih untuk menutupi tubuhnya yang saat ini masih telanjang.
"Iya Laras ini aku."
"Mas Prince."
Laras kembali mengatakan hal tersebut seakan - akan laki - laki yang saat ini duduk di depan nya adalah ilusi semata.
"Iya ini aku."
"Mmmass, bagaimana, bagaimana bisa mas tiba - tiba ada disini?"
Laras yang masih bingung kembali mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Lalu apa yang kita lakukan semalam mas?"
Laras yang masih dengan kebingungannya kembali mengatakan hal itu.
"Sebentar.*
Prince yang seakan - akan memahami kebingungan dari Laras segera menuju ke arah lemari pakaian dan mengambil Kembali semua pakaian Laras yang telah kering.
"Ini, pakaian mu semalam basah, aku terpaksa Menganti dan menyerahkan pakaian mu untuk di cuci kepada bagian hotel di dalam hal ini, sekarang kau bisa memakainya kembali."
Deg
Di saat itu ke dua mata Laras langsung terbelalak melihat pakaiannya yang lengkap dengan pakaian dalam telah di serahkan Prince kembali ke dalam tangannya.
"Mas, yang membuka semua pakaian ku?"
"Iya betul."
"Mas betul hanya membuka pakaian ku saja?"
Dan di saat itulah Prince langsung tersenyum dengan pertanyaan Laras..
"Menurut mu bagaimana? apakah ada larangan juga jika suami sah menyentuh tubuh istri nya sendiri?"
Deg
seketika itu juga Laras terdiam.