
Andre pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Lidia.
"Ya aku pun masih meninggalkan Angel di apartemen sendiri, ayo Dre kita pulang."
Lidia pada akhir mengandeng tangan Andre dan langsung mengajaknya pulang.
Malam hari yang penuh dengan derita, saat ini satu wanita yang telah berubah menjadi cantik, sedang menyimpan luka yang begitu dalam sekaligus kerinduan yang tiada taranya kepada satu laki - laki yang sangat ingin dia lupakan namun tetap tertanam di dalam pemikirannya dengan sempurna..
Dengan air mata yang masih mengalir sang wanita tersebut tertidur bukan karena ketenangan, namun wanita tersebut tertidur karena alkohol yang saat ini masih bersarang di dalam tubuhnya.
Kekecewaan yang sampai saat ini masih melekat erat karena masa lalu kelam yang telah dilakukan oleh laki - laki yang seharusnya bisa menjadi pelindung untuknya.
"Selamat pagi pak Prince."
Pagi ini satu orang menyambut Prince di dalam bandara.
"Pagi Joe, bagaimana apakah persiapan kita sudah bisa di mulai?"
"Tentu saja pak, apakah bapak akan langsung menuju ke hotel?"
"Ya Joe, namun nanti sore aku ingin bertemu dengan salah satu sahabat ku terlebih dahulu sebelum kita akan membicarakan bisnis dengan tim yang sudah datang."
"Baik pak Prince, mari."
Joe yang merupakan asisten pribadi Prince yang pada akhirnya dia pekerjakan beberapa tahun ini melayani Prince dengan setia.
Joe membukakan pintu mobil untuk Prince yang saat ini sudah menggunakan kaca mata hitam kesayangannya.
Di dalam mobil Prince mengatakan hal tersebut di dalam hati, ya satu - satunya negara yang sampai saat ini sangat enggan untuk Prince kunjungi.
Dirinya terlalu angkuh untuk mengakui ketakutannya tersebut, dirinya yang terlalu angkuh untuk mengakui bahwa saat ini dirinya masih belum bisa terlupakan dari masa lalu.
Hari ini pada akhirnya Prince kembali menginjak kan kakinya ke negara dengan bunga sakura terus selalu bermekaran pada musimnya.
"Silahkan pak,."
Dan semua lamunan Prince terpaksa berhenti karena Joe sudah membuka pintu mobil, rupanya saat ini Prince sudah sampai di depan hotel tempat dirinya menginap.
"Terima kasih Joe, hari ini aku tidak ingin di ganggu oleh siapapun, jika ada yang ingin bertemu dengan ku katakan saja seperti itu."
"Baik pak Prince."
Dan setelah Prince mengatakan hal tersebut, Prince masuk ke dalam satu kamar mewah yang di miliki hotel tersebut.
Tanpa Menganti baju Prince langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
"Laras, kenapa sampai saat ini kau masih melekat erat di dalam hati dan pikiran ku?"
"Saat Andre sama sekali tidak mengizinkan aku untuk bertemu dengan mu, kenapa kau tidak melawannya? kenapa seakan - akan kau malah mendukung Andre di bandingkan dengan suami mu sendiri?"
"Kau tau saat aku mengetahui kebenaran yang terjadi, aku tidak mau lagi untuk mengejar mu sampai di sini, ya meskipun aku mengetahui bahwa saat ini kau berada di sini bersama dengan Andre."
"Apakah kau mengetahui jika hati ku semakin terluka saat Andre yang menghubungi ku dan meminta bertemu untuk membicarakan tentang mu, ya dia mengetahui mu lebih banyak dari ku."