
Jesika mengatakan hal tersebut sambil mengguncang badan Prince.
"Wanita itu punya nama, dan jika dia mengusir mu dia pun memiliki hak atas itu karena dia adalah istri sah dari Prince, dasar wanita yang tidak tau malu."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut kepada Jesika yang saat ini masih belum percaya dengan keputusan yang telah diambil oleh Prince.
"Apa yang dikatakan oleh mama betul Jes, lebih baik sekarang kau pergi dari rumah ini."
Prince mengatakan kembali hal tersebut dengan tatapan yang dingin kepada Jesika.
"Prince aku ulangi sekali lagi, apakah betul - betul kau akan melakukan hal ini kepada ku?"
Jesika yang sejak tadi masih belum percaya dengan semua hal yang telah Prince lakukan kembali menanyakan untuk kesekian kalinya.
"Pengawal keluarkan wanita ini sekarang juga, sungguh tidak tau malu, dia sudah di usir berkali - kali tetap saja mengemis - ngemis seperti ini!"
Ini Saraswati yang sudah tidak tahan lagi dengan Jesika langsung meminta para pengawal mengambil tindakan.
"Kalian lihat saja, suatu saat aku akan membalas perlakuan kalian semuanya!"
Jesika mengatakan hal tersebut sambil berteriak-teriak, sungguh saat ini dirinya begitu kecewa dengan semua keputusan Prince yang sangat tidak sesuai dengan janji demi janji manis yang telah di ucapkan sejak awal.
"Kerja yang bagus anak ku, mama berharap kau bisa melakukan langkah selanjutnya."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut dengan cara berbisik ke telinga Prince.
"Laras sayang ibu pulang dulu yah."
"Bu kenapa tidak menginap saja? disini kamar banyak."
"Tidak sayang, ibu tidak ingin menganggu kalian berdua, kalian kan masih pengantin baru, jadi ibu berharap kebersamaan tetap terjaga yah."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
"Ibu pulang dulu Prince."
Dan setelah mengatakan hal tersebut ibu Saraswati dengan perlahan meninggalkan rumah Prince.
"Mas, maafkan aku, aku tidak bisa membantu mbak Jesika."
Laras mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Prince.
"Tidak akan ada yang salah dan tidak akan ada yang perlu meminta maaf."
"Mas, maafkan Laras."
Prince yang tidak mendengarkan Laras kembali melangkahkan kaki untuk menuju ke dalam kamarnya.
"Ah sebelum aku lupa, nanti malam tolong buatkan aku makan malam."
Deg
"Apa mas, maaf mas bisa mengatakan sekali lagi?"
Laras yang hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar mencoba untuk menanyakan hal tersebut ke Prince.
"Aku minta nanti malam buatkan makan malam untuk ku, apakah masih kurang jelas?"
"Iiiya mas Laras sudah jelas."
"Bagus tidak ada siaran ulang lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut Prince segera masuk ke dalam kamar untuk menjalankan bisnis onlinenya di Korea.
Sementara itu Laras langsung berlari ke arah dapur.
"Bi Ijah."
Dengan cepat Laras memeluk erat bi Ijah.
"Wah ada apa mbak Laras, bahagia sekali hari ini?"
"Bibi Laras punya kabar paling bahagia hari ini."
"Wah kabar apa ibu mbak?"
"Malam nanti, mas Prince meminta Laras untuk membuatkan makan malam."
Laras mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang sangat bahagia.
"Syukurlah jika seperti itu mbak, bibi ikut bahagia, apakah ada yang bisa bibi bantu?"
Dengan cepat Laras langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu bi, Laras akan menyiapkan semua dengan ke dua tangan Laras sendiri, semua Laras lakukan untuk mas Prince."