MY PRINCE

MY PRINCE
TERIMAKASIH



Dan Lidia pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya Laras semuanya sudah selesai dengan baik."


"Dre terima kasih."


" Hendra terima kasih."


Laras mengatakan hal tersebut dengan menangis panjang, dirinya tidak menyangka jika bisa mendapatkan rehabilitasi dengan secepat ini.


"Hei Laras mengapa kau menangis? semuanya sudah selesai.


"


Lidia mengatakan hal tersebut sambil mengusap air mata Laras.


"Aku, aku tidak pernah menyangka jika aku mendapatkan kesempatan sebaik ini, ya sebaik ini, aku tidak pernah menyangka jika aku bisa bertemu dengan orang sebaik kalian semua."


"Aku kira bahwa aku akan mendekam lama di dalam penjara tanpa ada satu orang pun yang akan menjenguk ku, dan aku, aku sudah mempersiapkan itu semua dengan baik."


Laras mengatakan hal tersebut dengan air matanya yang kini tercurah dengan sempurna.


"Laras itulah mengapa terkadang kita tidak boleh mendahului apa yang menjadi kehendak Tuhan, saat ini kita harus yakin bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian bukan?"


"Tuhan akan tetap memberikan kita orang - orang terbaik untuk menemani kita yang saat ini sedang membutuhkan pertolongan."


"Ya saat ini kau memang bersalah namun pada akhirnya kau mengakui kesalahan mu dan bertobat Tuhan tidak akan T


tinggal diam dengan semua hal yang telah kau lakukan."


Lidia mengatakan hal tersebut kepada Laras dan penguatan demi penguatan yang diberikan Lidia mampu membuat Laras kembali tertawa.


"Sudah sebaiknya kau persiapkan semuanya dengan baik, esok hari kau akan diberikan tempat rehabilitasi terbaik di tanah air ini."


"Tempatnya sangat nyaman dan kau akan sangat betah berada di dalam sana


"Iya Lidia."


Dan hari itu pada akhirnya di lalui Lidia dan Laras serta Andre dan juga om Hendra dan bahagia.


Sepanjang sesi kunjungan tak henti - hentinya Laras tertawa dan selalu tertawa dengan setiap hal yang sudah terjadi.


Lidia mengatakan hal tersebut sambil memeluk Laras dengan erat.


"Hati - hati Dre, hati - hati Lidia."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Lidia dan juga Andre pamit pulang dan kini Laras kembali memilih untuk beristirahat.


Sementara itu di dalam mobil Lidia dan Andre kini saling menyandarkan diri.


"Bagaimana sayang apakah kau lelah?


"


"Sayang sayang


" Tapi rasanya bahagia ya, bahagia karena pada akhirnya kita bisa menolong orang lain bukan?"


"Ya kau benar Dre."


"Apakah kau sudah mendapatkan kabar tentang Prince?"


"Lidia Langsung kembali menegakkan tubuhnya."


"Dre aku mendengar kabar jika ibu Saraswati saat ini masih menetap di rumah sakit jiwa, dan rumah mewah Prince telah di sita oleh bank."


"Lalu bagaimana dengan Prince?"


Seketika itu juga Lidia langsung menggelengkan kepalanya.


"Entahlah Dre Prince seperti hilang di telan bumi karena semuanya, karena semua hal yang saat ini menimpa dirinya."


Andre kini hanya bisa mengangguk kepalanya.


"Ya tidak ada yang bisa kita lakukan lagi sayang itu adalah pilihan dari Prince dan kita tidak bisa melarangnya bukan? yang terpenting saat ini kita bisa melihat orang yang kita sayangi berhasil melalui masa -masa gelapnya, urusan Laras dan Prince pada akhirnya bukan menjadi urusan kita lagi."


"Terima kasih Lidia kau menjadi istri yang paling bijaksana di dalam setiap hal."


Andre mengatakan hal tersebut sambil mencium mesra kening Lidia dan mengatakan kata - kata luar biasa untuk Lidia.