MY PRINCE

MY PRINCE
AKU MEMANG SALAH



Sungguh saat ini tidak ada lagi yang bisa Laras lakukan kecuali pasrah.


Para aparat pada akhirnya masuk ke dalam kamar dan menggeledah isi kamar tersebut.


Satu per satu barang bukti mulai di temukan dan di kumpulkan oleh aparat dan Laras saat ini hanya bisa menatap nanar.


"Apakah ibu Laras sudah lama menggunakan barang ini?"


Salah satu aparat yang saat ini menggunakan sarung tangan memegang benda yang sangat tidak ingin Laras di ketemukan.


"Sudah lama pak."


"Baik, mari ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."


Deg


Dan satu kata - kata yang sangat di hindari oleh Laras pada akhirnya dia dengar di pagi ini.


"Baik, pak, izinkan saya untuk berganti baju terlebih dahulu."


Dan aparat tersebut menganggukkan kepalanya.


"Silahkan bu Laras."


Laras keluar dari dalam kamar di dampingi oleh salah satu aparat wanita, Laras turun ke lantai satu dan menganti pakaian tidurnya dengan pakaian yang layak lalu keluar dari dalam kamar dan satu orang yang Laras lihat sudah berderai air mata.


"Mbak Laras "


Bi Ijah tidak kuasa lagi mengatakan hal apapun kecuali hanya memanggil nama Laras dengan menangis.


"Bi maafkan Laras ya bi, maafkan Laras yang selama ini tidak pernah berterus terang dengan semua hal yang saat ini sedang Laras alami."


Tiba - tiba saja tangisan Laras meledak ketika Laras mengatakan hal tersebut kepada bi Ijah.


Bi Ijah pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Laras, dan Laras hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Iya bi, katakan apa adanya saja kepada mas Prince jika sampai dia bertanya ya bi."


"Ya mbak Laras."


Bi Ijah mengatakan hal tersebut dengan menganggukkan kepalanya.


"Mari bu Laras "


Salah satu aparat mengatakan hal tersebut kepada Laras dan menggiring Laras masuk ke dalam mobil dari para aparat tersebut dan membawa Laras pergi.


Sepanjang perjalanan menuju ke kantor polisi Laras hanya bisa menangis dan terus menangis..


Mas, aku tau hari ini pasti akan terjadi, ya aku tau, saat ini aku tidak tau apa reaksi mu terhadap semuanya, aku juga tau apakah kau akan menerima ku kembali atau kau akan mencampakkan aku, aku pasrah mas, dan aku akan menjalani semuanya, ya semuanya ada atau tak adanya diri mu.


Hanya hal tersebut yang pada akhirnya Laras katakan di dalam hati, sungguh saat ini Laras hanya bisa pasrah, ya pasrah terhadap keadaan yang sudah ada di depan mata.


Pasrah akan setiap hal yang akan terjadi di depan mata.


Sungguh saat ini tidak ada lagi yang bisa Laras minta tolong, sadar bahwa sebentar lagi dirinya akan menjadi penghuni hotel prodeo dan sangat sadar bahwa setiap kata - kata manis Prince akan berubah menjadi cacian lantang.


Ya saat ini, pagi ini semua hal manis yang telah dilakukan tadi malam bersama dengan Prince mungkin akan menjadi hal manis untuk terakhir kalinya.


Di dalam mobil aparat Laras kini mencoba untuk menghapus air mata yang seakan - akan tidak mau untuk berhenti lagi.


Ya air mata yang pada nantinya akan menjadi teman sehari - harinya di dalam hotel prodeo.


Sementara itu di kantor pada saat rapat direksi, tiba - tiba saja ada satu orang masuk dan membisikkan sesuatu kepada salah satu pemegang saham.