
Deg
Saat itu juga ke dua mata Andre menatap tajam ke arah Prince ada sebuah dendam membara yang terpancar dari tatapan matanya.
"Aku peringatkan kau Dre, u.ya aku peringatkan kau untuk tidak ikut campur di dalam setiap permasalahan yang saat ini sedang aku hadapi, permasalahan yang sebenarnya kau tidak boleh ikut campur di dalamnya."
"Bagaimana jika aku tidak peduli akan ancaman mu itu Prince apa yang akan kau lakukan ha?"
Andre mengatakan hal tersebut dengan memandang tajam ke arah Prince, Andre mengatakan hal tersebut dengan tidak memiliki rasa takut sama sekali terhadap Prince.
"Pertama persahabatan kita akan hancur, yang ke dua aku akan menyingkirkan orang - orang yang dengan berani menghalangi setiap rencana ku.*
Prince kembali mengatakan ancamannya terhadap Andre.
"Jika hanya itu aku tidak akan pernah takut kepada mu Prince!"
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari wanita itu Dre, dia bukan wanita yang menarik untuk kau jadikan simpanan atau wanita mu, namun kau dengan yakin mau melawan ku hanya gara - gara wanita tidak berkelas seperti itu ha?"
Prince yang saat ini masih tidak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan oleh Andre kembali mengatakan hal tersebut.
"Apapun yang menjadi alasannya kau tidak perlu tau Prince, namun perbuatan yang kau lakukan adalah perbuatan yang jahat."
Dan seketika Prince langsung tertawa mendengarnya perkataan Andre.
"Jahat? jahat kau bilang? apakah kau sadar akan apa yang telah kau katakan Dre? apakah kau juga sadar seperti apa kau sendiri ha?"
"Aku tidak Pernah percaya jika kau adalah laki - laki yang baik, kau adalah laki -laki yang pintar berkamuflase, bahkan kau adalah laki - laki yang sebenarnya lebih jahat dari ku bukan?"
Andre yang tidak ingin berdebat lebih lagi kini langsung berdiri dari tempat duduknya dan bersiap untuk meninggalkan Prince.
Setelah mengatakan hal tersebut Andre langsung pergi dari hadapan Prince.
"Kau lihat saja Prince untuk yang kesekian kalinya kita akan kembali berurusan untuk satu hal yang akan aku perjuangkan, ya perjuangan yang aku paksakan bukan hanya untuk ku saja!"
Prince of mengatakan hal tersebut dengan menggenggam erat belas yang saat ini masih berada di dalam ke dua tangannya.
Dengan langkah yang pasti pada akhirnya Prince bangkit dari tempat duduknya.
"Dre kau sendiri yang membuat aku harus kembali menabuh genderang perang, jangan salah kan aku jika pada akhirnya aku harus kembali mengatur strategi untuk bisa memenangkan perkara ini."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince pun pergi dari kantin tersebut untuk merencanakan segala sesuatunya.
Sementara itu tak beberapa lama Andre yang sudah tiba ke dalam kediamannya mencoba untuk mencari keberadaan dari Laras.
"Dimana Laras bi?"
"Mbak Laras masih tidur siang pak, apakah perlu bibi bangunkan?"
Dengan cepat Prince melambaikan ke dua tangannya.
"Tidak perlu, biarkan saja Laras tidur, panggil Ezra agar segera datang kepada ku di ruang kerja."
"Baik pak Andre, saya akan memanggil pak Ezra untuk segera datang menuju ke ruang kerja pak Andre."
Andre langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke ruang kerja dengan segala rencana.