MY PRINCE

MY PRINCE
PERCAKAPAN LIDIA



Lidia mengatakan hal tersebut sambil terus menyakinkan Prince atas apa yang bisa dia lakukan kepada istrinya.


"Satu hal yang harus kau singkirkan adalah ego mu jika pada akhirnya kau ingin bertindak dengan hal ini, karena akan sangat sulit jika kau bertindak tapi ego mu masih ada di dalamnya.


Lidia mengatakan hal tersebut dengan sangat


serius kepada Prince yang sejak tadi kembali terdiam.


"Hati - hati dengan ego Prince, karena terkadang ketika kita kalah oleh ego kita juga bisa kehilangan orang - orang terdekat karena hal ini, sekarang pilihan ada di dalam tangan mu, jika kau sanggup untuk kehilangan wanita sebaik Laras kau bisa melepaskan dan mempertahankan ego mu itu."


"Namun jika Laras begitu berarti di dalam kehidupan mu, pastinya kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?"


Lidia tersenyum sambil mengatakan hal itu, kali ini Lidia harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk menghadapi Prince yang saat ini masih dalam keadaan yang tidak stabil.


"Baiklah aku kira tidak ada lagi yang perlu aku diskusikan lagi, sebaiknya kau pulang dan memikirkan apa yang sudah aku katakan."


Setelah mengatakan hal tersebut Lidia bangkit berdiri dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan Prince begitu saja di dalam ruangan cafe tersebut.


"Arrrrh, aku bingung, apa yang harus aku lakukan saat ini, sekarang Laras sudah mengetahui semuanya,ya semua hal yang belum berani aku katakan kepadanya."


"Dan di saat yang sama aku harus kehilangan semuanya.


Prince mengatakan semua hal tersebut dengan memukul - mukul meja


"Apa yang dikatakan Lidia mungkin ada benarnya juga, lebih baik aku pulang dan menenangkan diri, namun aku tidak akan pulang ke rumah, karena aku yakin saat ini mama sedang menunggu kepulangan ku untuk mencerca ku dengan banyak hal, aku muak dengan semua hal ini."


"Lebih baik aku ke apartemen ku saja, esok hari aku akan mencoba menjual apartemen itu, ya untuk modal aku hidup beberapa waktu sampai aku menemukan pekerjaan atau usaha yang lainnya


"


Prince mengatakan hal tersebut lalu bangkit dari tempat duduknya.


Dengan langkah yang pasti pada akhirnya Prince kembali ke rumahnya


"Sayang bagaimana dengan mu hari ini? apakah kau berhasil membujuk Prince dengan segala hal yang telah dia lakukan?"


Lidia yang mendapatkan pertanyaan itu dari suaminya kini hanya bisa tersenyum simpul..


"Tak perlu kau tanya sebenarnya kau pasti lebih tau jawabannya daripada aku Dre."


Dan seketika itu juga Andre tersenyum.


"Ya aku tau apa yang dikatakan oleh Prince kepada mu, setiap argumen dan argumentasi yang dia berikan akan membuat kita menjadi malas untuk mengatakan hal yang selanjutnya, apakah betul?"


"Ya kau betul Dre."


"Sudah aku duga, semoga Prince tidak menjadi laki - laki yang bodoh untuk kesekian kalinya, semoga kali ini Prince bisa mengambil sikap seseorang gentleman."


"Semoga saja Lidia."


"Bagaimana dengan pertemuan mu dengan Laras Dre?"


"Laras menceritakan semua, dan sungguh sangat menyedihkan."


"Apa saja yang dia ceritakan? "


"Banyak sayang."


"Apakah dia menceritakan dia minum obat terlarang karena ingin sekali kurus?"


Seketika itu juga Andre langsung mengernyitkan dahinya.


"Darimana kau tau Lidia?"


"Aku menemukan ini Dre di dalam apartemen Laras, dan aku membaca semuanya."