MY PRINCE

MY PRINCE
KEPALA YANG SAKIT



Laki - laki yang di sangka akan menjadi suaminya di kemudian hari, laki -laki yang sama pada akhirnya mencampakkan dirinya di tempat yang paling dasar.


"Aku akan pergi, namun jangan salahkan aku jika suatu saat aku akan membalas semuanya dengan lebih sadis dari apa yang telah kau lakukan kepada ku seperti saat ini!"


Jesika mengatakan hal tersebut sambil menghapus air matanya, Jesika dengan sisa tenaganya Jesika bangkit dari tempat duduknya dan langsung begitu saja meninggalkan rumah Prince.


Tersimpan dendam yang sangat membara dari lubuk hati Jesika yang paling terdalam..


Dengan membanting pintu mobil Jesika melajukan mobil tersebut keluar dari halaman rumah Prince.


"Maafkan aku Jes, ya maafkan aku yang pernah membuat mu bahagia dan kini aku harus mencampakkan diri mu ke hati yang paling dasar, aku melakukan hal itu karena aku tidak ingin kembali kehilangan satu orang yang berharga."


Prince mengatakan hal tersebut dengan posisi berdiri dari balik jendela rumahnya..


Ada satu perasaan yang sangat lega ketika dirinya kini telah terbebas dari Jesika, ya terbebas dari satu hal yang tidak dia sadari membelenggunya dengan sangat kuat.


Hari ini Prince mulai kembali menata hatinya, mulai kembali menata apa yang harus dia lakukan kembali.


"Aku tau mungkin sudah melakukan hal gila, ya hal gila dengan mencintai satu orang wanita gendut seperti dia, satu hal yang sangat aku tidak mau, satu hal yang menjadi anti ku dari dulu."


"Namun mungkin benar apa yang dikatakan oleh orang banyak, semakin kita membenci seseorang, semakin pula kita akan mengingatnya dan semakin pula perasaan itu bisa tumbuh dengan subur tanpa kita mengetahui kapan perasaan itu sebenarnya ada."


Prince mengatakan hal tersebut sambil memegang foto pernikahan nya dengan Laras..


Ya satu foto yang sejak dulu tidak pernah dia pegang, satu foto yang selalu dia sembunyikan dengan sangat rapi, satu foto yang tidak pernah ingin dia lihat dan dia akui keberadaannya.


Hari ini membuat Prince sadar bahwa cinta terkadang datang tanpa permisi dan tidak mengenal dengan apapun.


Semua datang karena terbiasa, semua datang karena berhubungan baik.


"Maafkan aku Laras, selama ini aku memperlakukan mu dengan sangat buruk, jika kau mengizinkan aku untuk mencoba kembali aku akan melakukannya dengan senang hati."


Prince mengatakan hal tersebut dengan memeluk erat foto pernikahan memeluk dan terus memeluk erat foto tersebut...


Menjelang malam di kediaman rumah Andre, nampak Laras sedang duduk di sofa kamarnya.


"Syukurlah jika pemeriksaan Andre berjalan dengan baik dan aku berharap tidak ada satu pun yang dirugikan."


Laras mengatakan hal tersebut sambil bersandar di kursi, namun belum sempat melanjutkan kata - katanya tiba - tiba Laras merasakan pusing yang teramat sangat.


"Ada apa dengan kepala ku, rasanya sakit sekali."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras merasakan mual yang tiada taranya.


Dengan cepat Laras pergi ke kamar mandi dan memuntahkan semua makan malam yang telah di telan dengan sempurna.


Cukup lama Laras berada di dalam kamar mandi dan cukup lama pula Laras mengeluarkan semua isi perutnya tersebut secara bersamaan.