
Namun apakah hal seperti ini tidak bisa membuat mu memberikan maaf kepada Andre?"
Dengan cepat Lidia pada akhirnya menggelengkan kepalanya.
"Bagi ku perselingkuhan adalah kesalahan fatal yang tidak dapat untuk di maafkan Prince, kau tau saat itu aku memberikan segala hal yang ada di dalam diriku, cinta ku yang begitu besar terhadap Andre di balas dengan perselingkuhan cinta satu malam, dan dia melakukan hal itu di saat semua undangan pernikahan kita sudah di sebarkan."
"Ya aku mengerti perasaan mu Lidia, namun setiap manusia juga pasti pernah berbuat kesalahan bukan?"
Lidia yang mendapatkan perkataan seperti itu dari Prince kini memandangnya dengan tajam.
"Hei Lidia, pandangan mata mu mengerikan sekali."
Prince mengatakan hal tersebut dengan tersenyum agar tidak terjadi kekakuan yang sejak tadi Prince rasakan.
"Aku tau setiap orang pasti pernah berbuat salah, dan kita harus berusaha untuk memaafkan, namun satu hal yang harus kau ingat Prince maaf itu berproses, maaf itu bukan instan, jadi jangan kau kira memanfaatkan itu tidak memiliki proses!"
Lidia dengan tegas mengatakan hal tersebut kepada Prince.
"Ya, ya aku akan mencoba mengerti posisi mu Lidia, namun apakah Andre tidak layak untuk mendapatkan kesempatan ke dua, bukankah semua manusi berhak mendapatkan kesempatan ke dua, lalu kenapa kau tidak berusaha untuk memberikan hal itu kepadanya?"
Lidia yang mendapatkan perkataan itu hanya tersenyum sinis kepada Prince.
"Ya aku tau kesempatan ke dua itu ada, dan semua orang berhak untuk mendapatkannya, namun tidak semua orang mau untuk memberikan hal ini."
Dan kekerasan Lidia kini hanya bisa membuat Prince terdiam.
"Tunggu Prince, kenapa kau tiba - tiba mengatakan semua hal ini kepadaku? seakan - akan kau ingin aku dan Andre kembali? ada apa Prince? aku tau siapa kau, aku tau bahwa kau buka tipe laki - laki yang mengurus semua hal ini, ya semua hal yang tidak memberikan keuntungan untuk mu, kau pasti tidak mau untuk mengurusnya, namun sekarang kenapa kau tiba - tiba seperti ini?"
"Apakah aku harus mengatakan semua hal yang selalu jujur dari dalam hati ?"
Prince yang sudah tidak tau harus mengatakan apa, hanya menanyakan hal itu kepada Lidia.
"Ya kau harus berkata dengan jujur, karena dari sanalah kita akan mengetahui jalan pemikiran seseorang."
Prince hanya terdiam mendengar perkataan dari Lidia, sebenarnya sangat anti dirinya menjatuhkan harga diri, namun sadar saat ini ada satu hal yang sedang ingin begitu dia kejar, pada akhirnya segala sesuatu keangkuhan itu harus dia lenyapkan secara perlahan...
"Saat ini Andre sedang bersama dengan istri ku Lidia."
Dan seketika itu Lidia langsung mengernyitkan dahi..
"Sungguh Andre keterlaluan, bisa - bisa nya dia melakukan perselingkuhan dengan istri dari sahabatnya sendiri."
Lida mengatakan hal tersebut dengan menggelengkan kepalanya.
"Bukan seperti itu konsepnya Lidia."
"Lalu konsep seperti apa yang sedang kau bawa Prince?"
Kali ini Lidia kembali bertanya dan berharap Prince bisa berkata dengan jujur atas apa yang menjadi alasan mengapa dia datang kepadanya sepagi ini.
"Sebenarnya apa yang Andre rasakan saat ini mungkin sama dengan apa yang sedang aku rasakan, ya pasti sama."