MY PRINCE

MY PRINCE
AKU INGIN PERGI



Sempurna, bedak ini akan menutup segala kesedihan yang saat ini masih menjadi teman baik ku."


Laras mengatakan hal tersebut sambil meletakkan kuas untuk mengoleskan bedak tersebut ke wajah nya yang cantik.


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras membuka pintu apartemennya dengan sangat pelan - pelan.


Laras melihat ke sekeliling dan memastikan bahwa Prince sudah betul - betul tidak ada.


"Ah aman, mas Prince rupanya sudah lelah, jadi mungkin pulang kembali, sekarang aku bisa berangkat bekerja dengan tenang."


Setelah mengatakan hal tersebut Laras mengunci pintu dan segera berjalan ke arah transportasi umum untuk bisa membawanya bekerja di restoran ramen yang biasa dia lakukan.


"Kau tidak akan pernah lolos dari pantauan ku sayang."


Di ujung jalan satu laki - laki mengatakan hal tersebut dengan tersembunyi, rupanya Prince berhasil mengikuti Laras tanpa Laras mengetahui akan hal ini.


Hari ini Laras bekerja dengan sangat giat, karena saat ini dirinya begitu tersadar bahwa harus mengumpulkan uangnya menjadi lebih banyak.


Selesai bekerja Laras berjalan ke arah taman di pusat kota dan melihat ke arah bunya sakura yang saat ini sedang berguguran.


"Indahnya, ini kali ke lima aku melihat bunga ini berguguran."


Laras mengatakan hal tersebut sambil duduk di bangku taman.


"Tahun ini aku bisa melihatnya bunga sakura, namun tahun depan aku bisa melihatnya lagi dengan jarak sedekat ini?"


Laras mengatakan hal tersebut dengan pikirannya yang semakin melayang.


"Hei Laras apa yang sedang kau pikirkan? tentu saja kau masih ada di sini, jadi tahun depan kau pasti akan tetap melihat bunga sakura ini berguguran."


Laras pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri, seakan - akan memberikan kepastian kepada dirinya sendiri bahwa tahun depan dia masih ada di tempat yang sama dan tidak akan pergi dari negara ini.


"Tahun depan kau pasti akan tetap bisa melihat keindahan ini, namun kau tidak akan melihatnya sendiri, karena aku akan menemani mu melihat ke indahan bunga Sakura ini."


Deg


Dengan cepat Laras melihat ke belakang dan tampak senyum merekah dari satu laki - laki tampan yang akhir - akhir ini berambisi untuk mengajaknya pulang ke Indonesia.


"Mas Prince, sejak kapan mas ada disana?"


Laras mengatakan hal tersebut dengan histeris, sungguh saat ini Laras sudah tidak tau lagi apa yang membuat dirinya harus mengusir satu laki - laki begitu ingin mengajaknya kembali ke tanah air.


"Aku sedang melihat - lihat taman ini dan saat aku sedang ingin duduk, aku melihat mu di sini."


Laras mengernyitkan dahi ketika mendengarkan penjelasan dari Prince


""Mas tidak sedang. berbohong bukan? karena Laras akan tau jika ada yang membohongi Laras.


"


Laras mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah Prince, saat ini Laras sedang mencari kebenarannya akan hal ini.


"Ada apa Laras? apakah sampai hal kecil seperti ini kau juga masih tidak percaya dengan apa yang telah aku katakan?"


Prince yang merasakan keraguan dari Laras mencoba untuk lebih menyakinkan lagi.


"Jadi sekarang boleh aku duduk di samping mu?"


Deg


Hati Laras berdegup sangat kencang ketika Prince mengatakan hal tersebut kepadanya.


Saat ini sebenarnya ingin sekali kabur dari taman itu dan tidak ingin melanjutkan percakapan dengan Prince.