MY PRINCE

MY PRINCE
LARAS BINGUNG



Bagaimana Dre?"


"Apa yang selama ini kau curigai ternyata betul sayang."


Andre mengatakan hal tersebut kepada Lidia istrinya.


"Larasati adalah salah satu pengkonsumsi obat - obatan terlarang."


Andre mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang sangat syok


"Sayang, aku sama sekali tidak pernah menyadari jika Larasati bisa mengkonsumsi barang haram itu, padahal aku seorang dokter dimana mungkin akan lebih mudah mengetahui ciri - ciri dari orang yang mengkonsumsi obat - obat terlarang."


"Dre, karena kita terlalu dekat dengan Laras, itu sebabnya terkadang kita tidak menaruh curiga terhadap orang - orang terdekat kita bukan?"


"Ya kau benar sayang, dan perawakan dari Laras juga bukan seperti seorang pencandu bukan?"


Seketika itu juga Lidia langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya kau benar Dre, selama ini Laras sangat pandai menutupi semuanya, termasuk dia juga menjadi seorang Geisha disini."


Lidia mengatakan hal tersebut dengan pelan.


"Saat ini Prince sudah membawa Laras kembali pulang ke tanah air, dan aku berani menjamin jika Prince belum mengetahui apa saja yang sudah terjadi dengan Laras setelah dia pergi."


"Ya Dre dan ini bisa berakibat buruk untuk Laras ataupun Prince sendiri, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang Dre?"


Lidia mengatakan hal tersebut sambil memandang suaminya tercinta yang sesaat terus berdiam dan berpikir.


"Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan sayang, kita tidak mungkin mencampuri urusan rumah tangga orang lain, satu - satunya cara adalah menunggu kabar berita dari mereka berdua atau salah satu dari mereka, karena aku sangat yakin jika nanti mereka akan menceritakan kepada kita."


Lidia yang mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Andre langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya, kau benar Dre, semoga semuanya baik - baik saja Dre, aku begitu takut jika sampai Prince marah kepada Laras atas apa yang telah terjadi."


marah, namun setelah itu kita tinggal melihat tindakan apa yang akan Prince lakukan terhadap masalah ini, karena tindakan dan keputusannya akan sangat menentukan perjalanan cintanya dengan Laras."


"Kau benar Dre."


Lidia mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya di pundak Andre.


"Sungguh berliku sekali kisah cinta mereka, terkadang aku tak sanggup untuk mendengarkan curahan hati Laras."


"Kau benar sayang, jika aku yang menjalani semua ini, belum tentu aku akan sekuat mereka."


"Ya itu sebabnya kita menjalani proses cinta yang berbeda bukan."


"Ya Lidia."


Andre mengatakan hal tersebut sambil mengecup kening Lidia, wanita yang sangat dia cintai, wanita yang pernah dia tinggalkan, namun pada akhirnya berhasil untuk di perjuangkan kembali.


Sementara itu menjelang tengah malam di dalam kamar, Laras sama sekali tidak bisa tidur.


"Bagaimana aku harus mencari orang - orang yang menjual obat itu di sini? aku sama sekali tidak mengetahui jaringan peredaran di Negara ini."


Laras mengatakan hal tersebut sambil membolak balikan badannya di atas tempat tidur.


"Arrrh Laras kenapa kau begitu bodoh, kau bisa saja di berikan obat itu oleh laki - laki yang sudah tidak ingin kau temui lagi."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras tiba - tiba mengingat sesuatu.


"Tas ku, ya tas ku."


Seketika itu juga Laras langsung bangkit dari tempat tidurnya dan mencari - cari tas yang terakhir dia gunakan di rumah sakit sebelum dia pada akhirnya tidak sadarkan diri.