
Laras langsung mengernyitkan dahi ketika salah satu pengawal mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Bagaimana jika aku tidak kau untuk melakukan hal itu?
"Maka kami tidak akan segan - segan untuk melukai anda mbak.
Sungguh kini Laras hanya bisa diam semata
"Katakan kepada atasan anda, aku akan menunggu di ruang tamu saja, aku tidak bisa melihat adegan demi adegan kotor ini."
Setelah mengatakan hal tersebut sang pelayan segera mengantarnya ke salah satu ruangan.
"Ruang tamu bukan menjadi tempat yang lain untuk bisa bercerita mbak Laras, ini adalah ruang kerja Mr, jadi mbak Laras menunggunya di sini sambil kami menghidangkan minuman dan makanan untuk mbak Laras bisa santap."
Sang pengawal mengatakan hal tersebut sambil memperlihatkan makanan demi makanan di meja kecil yang ada di dalam ruangan itu.
"Baiklah, terima kasih."
Setelah mengatakan hal tersebut sang pelayan meninggalkan Laras di dalam ruangan besar itu sendirian.
"Apa yang sebenarnya kau ingin kan dari ku James, kita baru bertemu dua kali dan kau sudah mengatakan banyak di dalam ponsel, sungguh aku sangat muak dengan semua hal yang telah kau lakukan itu."
Laras kembali mengatakan hal tersebut dengan melihat - lihat banyak ornamen patung di dalam ruangan tersebut.
Tak beberapa lama, satu orang laki - laki berbadan kekar dengan menggunakan kimono handuk masuk ke dalam ruang kerja tersebut.
"Laras apa kabar? kita bertemu lagi di tempat ini, dan aku senang menyambut mu sayang."
Sungguh kata - kata dari laki - laki tersebut kini membuat ke dua mata Laras terbelalak.
"Apa yang kau mau James, kau tidak perlu mengatakan hal macam -macam dengan ku di dalam ponsel."
"Ya kau benar, seharusnya bisa langsung mengatakan hal tersebut kepada mu tanpa melalui ponsel, namun semua hal tersebut tidak akan meninggalkan bekas apapun di dalam hati mu jika tidak dikatakan terlebih dahulu di ponsel."
Dengan tenang James mengatakan hal tersebut sambil duduk di hadapan Laras.
"Jadi hal apa yang ingin kau katakan kepada ku James? aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni hal seperti ini!"
Dengan tegas Laras mengatakan hal tersebut kepada James.
"Ya kau memang sedang memiliki banyak waktu untuk mendengarkan hal ini, namun seketika kau akan memiliki banyak waktu setelah aku mengatakan kebenaran demi kebenaran yang harus kau dengarkan."
Dengan tenang James mengatakan hal tersebut, salah satu tangannya masuk ke dalam laci dan mengambil satu berkas dan meletakkan berkas tersebut di atas meja.
"Ini bukalah."
James mengatakan hal tersebut dengan menyerahkan satu berkas tersebut ke tangan Laras.
"Apa ini James?"
"Buka saja maka kau akan mengerti mengapa aku meminta mu untuk datang pada hari ini."
Laras yang sebenarnya sudah sangat malas pada akhirnya mengambil berkas tersebut dan membukanya dengan perlahan.
"Kebakaran? pabrik demi pabrik yang kebakaran?"
Sungguh tangan Laras sangat di buat bergetar dengan semua berkas yang saat ini sedang dipegangnya.
"Ya kebakaran demi kebakaran yang saat ini sedang dialami oleh Prince."
"Aku bisa sangat menebak jika tadi pagi pasti Prince datang ke kantor dengan sangat tergesa - gesa bukan? ya itu adalah kabar mendesak yang dia terima tentang kebakaran ini."