
"Ya apa yang aku alami membuat aku memiliki pemikiran seperti mu Prince, tiba - tiba aku menjadi sangat logis sekali dengan semua hal di depan mata ku, sekejap mata aku mulai membanding-bandingkan semua hal yang telah aku lakukan dengan apa yang telah orang tersebut lakukan dan seketika itu juga kita akan mengatakan bahwa apa yang telah kita lakukan jauh lebih banyak."
Prince langsung mengernyitkan dahi ketika Lidia mengatakan semua hal tersebut kepada kepadanya.
"Apakah semua orang akan melakukan hal yang sama saat dirinya terkena hal ini?"
Prince kembali menanyakan hal tersebut karena kaget apa yang telah terjadi dengannya sama persis dengan apa yang telah pernah dialami oleh Lidia.
"Semua orang akan memiliki pengalaman yang sama, semua orang akan memikirkan hal yang sama dan semua orang akan melakukan hal yang sama ketika kita tidak dalam mengendalikan diri kita dengan baik saat tiba - tiba hal yang sedang tidak berada di dalam kendali kita menghampiri."
"Di saat kita kalah oleh hal itu, di saat kita pada akhirnya terlarut di dalam hal itu, di saat itulah semua hal yang sama akan dirasakan dan mulai dipikirkan."
Lidia mengatakan hal tersebut kepada Prince dengan tersenyum.
"Jadi sekarang kau ingin mengatakan jika saat ini aku sudah kalah dengan pemikiran ku, aku sudah kalah dengan masalah ku, dan aku sudah kalah dengan semua hal yang hadir tanpa izin ku?"
"Asal kau tau, di saat aku perjalanan ke cafe ini, aku baru saja mendapatkan kabar jika esok hari perusahaan ku akan di sita oleh bank, semua klien ku mengundurkan diri dan esok hari Prince seorang CEO tampan akan berubah menjadi laki - laki pengangguran, dan itu hanya terjadi di dalam waktu beberapa hari saja."
Prince mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya yang saat ini sudah tidak beraturan lagi.
"Prince memang kasus mu dan kasus ku itu berbeda, yang aku katakan tadi adalah rasa yang terjadi itu sama, namun baiklah kita tidak perlu berkonsentrasi di dalam hal ini, ada hal yang lebih penting lagi yang harus aku sampaikan kepada mu, apakah kau bisa untuk mendengarkan hal ini?
"
Lidia kembali mengatakan hal tersebut kepada Prince karena saat ini dia tau bahwa hati Prince sedang tidak baik untuk menerima semua nasehat yang akan dia berikan.
"Sudah aku katakan Lidia, kondisi hati ku sedang tidak baik, namun jika kau ingin menyampaikan sesuatu akan aku dengarkan, karena aku menghargai mu sebagai sahabat mu."
Prince mengatakan hal tersebut dengan kesal karen sejak tadi Lidia seperti seakan - akan menunda - nunda hal yang ingin dia katakan.
"Baiklah aku tidak akan basa basi lagi, Prince aku mohon jangan kau tinggalkan Laras."
Melihat keadaan Prince, Lidia langsung mengatakan hal tersebut dan Prince langsung tertawa terbahak - bahak mendengarkan permintaan Lidia yang serius itu.