MY PRINCE

MY PRINCE
BAYANGAN LARAS



Aku capek satu hari tadi ada empat operasi yang harus aku ikuti, jadi tolong aku mau istirahat sebentar saja dulu, sebelum kita akan membahas semuanya setuju yah Laras."


Dan Laras yang belum memberikan respon apapun kini hanya bisa menatap Andre yang tiba - tiba sudah naik ke lantai dua, tanpa persetujuan Laras Andre masuk ke dalam kamarnya dan langsung beristirahat.


"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepada mu Dre, dengan seenaknya kau membongkar percakapan ibu Sarawati dan mas Prince, saat ini mas Prince masih sedang sedih ."


Laras mengatakan hal tersebut dengan terduduk di ruang tamu.


Tidak ada yang bisa Laras katakan ketika hari ini Laras melihat berita gosip dan betapa terkejutnya ketika semua media sosial memberitakan tentang dirinya yang berselingkuh dengan dokter Andre.


Tentang dirinya yang saat ini menjadi simpanan dokter Andre karena tinggal di rumahnya.


Lalu tentang pernyataan Andre yang mengatakan banyak hal, sungguh hal ini membuat kepala Laras bertambah pusing.


"Lebih baik aku membicarakan dengan Andre besok pagi saja, sepertinya hari ini Andre sangat lelah, semoga besok pagi Andre bisa aku ajak berbicara."


Setelah mengatakan hal tersebut Laras masuk ke dalam kamarnya dan memilih untuk beristirahat.


Sementara itu menjelang malam, hari ini Prince memilih untuk kembali ke rumahnya, entah kenapa tiba - tiba saja Prince merasa bosan ketika berada di rumah Jesika.


"Mas Prince mau di buatkan makan malam apa?"


Begitu sampai Prince langsung mendengarkan suara bi Ijah, sejenak Prince lupa juga Laras sudah tidak ada lagi di rumah ini, biasanya yang menyambutnya pulang adalah Laras dan menanyakan hal ini adalah Laras juga.


"Terserah bi, aku sebenarnya tidak ingin makan apapun, namun coba bikinkan saja aku sereal dengan pisang rebus."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Prince masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar Prince melihat kamarnya yang berantakan, sudah hampir tiga hari Prince tidak tidur di dalam kamar ini, tidak ada asisten rumah tangga yang di izinkan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan, semenjak ada Laras, Laras lah yang rajin merapikan kamar Prince.


Kini saat Laras sudah tidak ada lagi, Prince hanya bisa memandang kamarnya yang berantakan.


"Astaga apa yang ada di dalam pikiran mu Prince, kau tinggal meminta bi Ijah atau siapapun untuk membersihkan kamar, kenapa kau tiba - tiba terpikirkan wanita itu, astaga Prince mungkin kau terlalu lelah."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengusap wajahnya.


"Mandi akan menjadi lebih segar, ya sepertinya kepala ku yang panas ini harus di guyur oleh air agar tidak memikirkan hal yang tidak - tidak."


Prince kembali mengatakan hal tersebut dan segera mengambil handuk di dalam lemari..


Namun baru akan mengambil handuk tiba - tiba ingatannya kembali kepada Laras yang selalu mengambilkannya handuk ketika akan mandi.


"Arrrh mungkin pekerjaan hari ini membuat mu lelah Prince."


Dan setelah mengatakan hal tersebut, Prince segera masuk ke dalam kamar mandi, tak ingin pikirannya menjadi lebih aneh lagi, dengan cepat Prince menguyur kepalanya dengan air dingin.


Sungguh saat ini tidak ada yang ingin Prince katakan lagi kecuali menenggelamkan dirinya di dalam guyuran air dingin yang sedang mengalir, pikirannya yang sedang melayang kepada satu wanita membuatnya terus melakukan hal ini.