
Malam yang semakin larut membuat Laras yang sudah sangat mengantuk pada akhirnya melewatkan kepala di pinggir tempat tidur sambil mengenggam tangan Prince.
Akan aku genggam tangan mu untuk yang terakhir kalinya mas.
"Bagaimana apakah semua sudah dilakukan dengan baik?"
"Semuanya sudah dilakukan dengan baik pak "
"Bagus, jika memang sudah, maka hari ini kita akan kembali ke sana dengan cepat."
"Tapi bapak belum pulih betul, apakah tidak ada masalah jika bapak meninggalkan rumah sakit hari ini?"
"Aku yang akan tanda tangan kepada pihak rumah sakit untuk surat keterangan ini."
"Tapi pak."
"Sssst, aku akan tetap kembali hari ini, kau bawa yang aku minta?"
"Ya aku membawanya pak."
"Bagus ayo."
Samar - samar terdengar banyak suara di sekitar Laras, namun sampai saat ini ke dua mata Laras sangat berat sekali untuk di buka.
Laras bisa merasakan jika ada tangan yang menyentuh pipinya.
Laras bisa merasakan jika ada satu pelukan yang dia terima.
Dan Laras bisa merasakan jika ada yang memberikan ciuman kasih sayang kepada dirinya.
Namun saat ini ke dua matanya masih sangat berat untuk di buka.
"Selamat tinggal Jepang."
Ingin Laras membuka ke dua matanya, ingin Laras mengatakan aku tidak ingin meninggalkan negara ini, namun semua yang akan dia lakukan seakan - akan hanya sebuah mimpi..
Saat ini Laras masih tertidur di dalam jet pribadi dan di peluk oleh satu laki - laki yang sangat ingin membawanya pulang ke tanah air.
"Maafkan aku Laras, maafkan aku harus membawa mu dengan cara seperti ini, semua itu mungkin akan terkesan tidak adil untuk mu, karena seakan - akan kau tidak diberikan kesempatan untuk berkata tidak.
"
"Namun hati ku rupanya terlalu rapuh untuk bisa mengatakan bahwa aku bisa hidup tanpamu, bahwa aku akan menceraikan mu, bahwa aku akan melepaskan mu."
"Semuanya itu ternyata sangat tidak mungkin untuk aku lakukan, terlalu berat sayang, ya terlalu berat."
Di dalam jet pribadi Prince mengatakan hal tersebut sambil menciumi kening Laras berkali - kali.
Sungguh saat ini dirinya ingin Laras untuk tetap tertidur seperti ini agar dirinya bisa memeluk Laras dan memiliki wanita yang dia cintai itu seutuhnya.
"Saat kau sudah sadar nanti, aku akan menerima jika sampai kau marah dan memberontak atas hal curang yang telah aku lakukan kepada mu, ya aku siap sayang, aku siap jika sampai itu terjadi kepada ku."
"Karena yang paling penting adalah membawa mu kembali ke Indonesia, ya misi membawa mu kembali ke Indonesia pada akhirnya berhasil meskipun aku tau ini sangat memiliki resiko."
Prince mengatakan hal tersebut dengan sangat pelan, saat ini dirinya berani mengambil resiko ini karena kini dia tau bahwa dia tidak akan sanggup untuk hidup tanpa wanita yang sangat dia cintai itu.
Dengan ke dua mata yang akhirnya menutup, Prince memeluk erat Laras di dalam dekapannya.
Begitu banyak hal indah yang sudah Prince bayangkan ketika akan kembali ke rumah dengan wanita yang ia cintai.
Perjalanan panjang yang cukup melelahkan tidak akan pernah terasa jika bersama dengan wanita yang saat ini dia cinta.
"Pak, kita sudah tiba."
Beberapa tepukan Prince rasakan ketika dirinya sudah mendarat dengan selamat di tanah air.