MY PRINCE

MY PRINCE
MALAM PANJANG



Katakan saja mas."


"Aku tau apa yang akan aku bicarakan ini masih tidak pantas untuk mu, namun sungguh aku ingin melakukan karena aku sangat mencintaimu sayang."


Deg


Di saat itulah Laras mulai mengerti arti pembicaraan dari Prince.


"Apa yang mas ingin lakukan dan juga mas ingin katakan."


"Sayang, bolehkah aku mencium mu? ya aku berjanji hanya akan mencium mu saja."


Deg


Dan apa yang ada di dalam pikiran Laras pun terbukti.


Kini Laras hanya bisa terdiam dan terus terdiam sambil menatap ke arah Prince.


"Ya mas aku mengizinkan hal itu."


Tiba - tiba saja kata tersebut keluar dari bibir Laras.


"Sungguh? kau tidak akan marah?


Sungguh Prince sangat girang dengan perkataan Laras yang saat ini menyetujui apa yang akan dia lakukan.


"Tidak mas."


Dengan cepat Laras menggelengkan kepalanya.


"Kemarilah, duduklah di atas pangkuan ku, meja ini akan menjadi penghalang untuk aku bisa mencium mu sayang."


Prince mengatakan hal tersebut sambil meminta Laras untuk duduk di dalam pangkuannya.


Dengan cepat Laras pun berdiri dan mulai duduk di dalam pangkuan dari Prince.


"Pejamkan ke dua mata mu sayang, aku berjanji akan membuat mu merasa dengan sangat nyaman dengan ciuman ku."


Tidak ada kata - kata lagi yang Laras keluarkan kecuali langsung memejamkan ke dua matanya.


Detik itu juga Prince yang seakan - akan tidak mau menyiakan kesempatan langsung menempelkan bibirnya kepada bibir Laras.


Sungguh saat ini Prince melakukan ciuman yang betul - betul lembut dan itu dilakukan dengan sangat perlahan.


Mas aku tau sebenarnya kau menginginkan lebih dari ini bukan? mas aku tau mungkin aku salah, namun jika sampai kau melakukan lebih dari ini pun akan aku ikuti semua, karena saat ini aku sedang sangat membutuhkan mu mas Prince.


Laras mengatakan hal tersebut dari dalam hati, sambil terus bibirnya di hantam oleh Prince.


Apa yang Laras katakan dari dalam hati pada akhirnya terjadi juga, ke dua tangan Prince yang saat ini mulai menjelajahi tubuh Laras membuat dirinya tiba - tiba saja lupa akan janjinya sendiri terhadap Laras.


Ya janji bahwa dia tidak akan melakukan lebih dari ciuman saja.


Ciuman yang kini semakin panas mulai berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, semua bagian tubuh Laras tak luput dari luapan bibir Prince.


Tanpa persetujuan dari Laras, Prince kini sudah membuka semua baju Laras dan menidurkan Laras yang saat ini sudah dalam keadaan telanjang di atas tempat tidur.


Gairah yang luar biasa meluap - luap membuat Prince melakukan semua aksinya tanpa bertanya lagi kepada Laras.


Penyatuan demi penyatuan Prince lakukan terhadap Laras.


Laras yang malam ini memilih untuk pasrah melayani semua hasrat lapar yang Prince salurkan dengan baik


Begitu banyak ****** ***** masuk ke dalam rahim Laras, begitu banyak tanda cinta yang Prince tinggalkan di sekujur tubuh Laras.


Malam hari ini, pada akhirnya Prince berhasil menyentuh tubuh Laras kembali, Prince merasakan kemenangan yang tiada taranya.


Namun di satu sisi Prince tidak pernah mengetahui bahwa semua hal ini sudah di prediksi oleh Laras, dan Laras memang sengaja mengizinkan hal ini terjadi untuk satu maksud dan tujuan tertentu.