MY PRINCE

MY PRINCE
KEMARAHAN ANDRE



Dan tanpa butuh waktu lama, semua baju yang dikenakan oleh Laras berhasil dibuka oleh Prince.


"Mas Laras malu, bentuk tubuh Laras sangat gemuk, mas."


Prince yang mendengarkan perkataan Laras yang saat ini dalam keadaan telanjang hanya tersenyum..


"Dengarkan aku, kita sudah satu tubuh, dan seharusnya kau tidak perlu lagi malu di hadapan ku meskipun kau tidak menggunakan pakaian apapun, karena ya kita sudah satu tubuh."


"Iya mas."


Dan Laras mengatakan hal tersebut dengan menganggukkan kepalanya.


Prince menuntun Laras untuk berbaring di atas tempat tidur dan Prince mulai memberikan sentuhan demi sentuhan mautnya kepada Laras.


Ya sentuhan maut Prince kepada satu wanita yang dulu dia sangat jijik untuk melakukan hal ini, namun malam ini dengan sukacita Prince melakukan hal itu.


Suara demi suara indah Laras pun mulai terdengar, dan suara itu semakin membuat Prince bergairah untuk menyentuhnya..


Seketika itu juga Laras yang sudah dibawa ke langit paling tinggi lupa jika saat ini dirinya sedang mengandung.


Dengan cepat Prince melakukan penyatuannya, ya penyatuan yang kali ini di dasari atas dasar cinta kasih yang tiada tara.


Malam ini pada akhirnya Laras mendapatkan haknya sebagai seorang istri, dengan penuh cinta Prince melakukan penyatuannya tersebut


Malam ini Prince sangat bangga karena telah berhasil memuaskan satu wanita yang sejak awal pernikahan tidak mengerti dan belum pernah mendapatkan cinta dan juga kepuasan di atas tempat tidur.


"Mas, terima kasih, terima kasih, malam ini masa sungguh luar biasa."


Ke dua insan dalam keadaan telanjang dan dalam satu tempat tidur yang sama, di balut selimut putih, malam ini melakukan satu kebahagiaan yang sudah boleh dilakukan atas izin dari Tuhan.


"Tidurlah, aku akan terus memeluk mu seperti ini, kau tidak akan pernah aku lepaskan lagi."


Prince mengatakan hal tersebut sambil menciumi tubuh Laras yang saat ini sudah penuh dengan tanda cinta yang telah di berikan oleh nya


Malam hari ini pada akhirnya Laras terlelap di dalam tidur panjangnya bersama dengan Prince.


Ya tidur panjang dengan penuh cerita cinta yang tiada tara.


Sementara itu di tempat lain, saat ini ada satu laki - laki sedang duduk di kursi sambil menghadap ke jendela.


"Apa maksud mu Laras, dengan seenaknya kau pergi meninggalkan rumah ini tanpa pamit langsung kepada ku, sungguh aku tidak mengerti.


"Satu hal yang harus kau tau dan yang harus kau selalu tau, seseorang yang sudah ada di dalam genggaman tangan ku tidak akan pernah aku lepaskan ya selamanya aku akan mengejar mu, sampai kapan pun, jika bukan itu nama ku bukanlah Andre."


Dengan penuh kemarahan dan juga dendam Andre mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.


Di tangan kanannya saat ini memegang hasil tes kehamilan Laras yang rupanya tertinggal di dalam kamar mandi dan di tangan kiri tangannya memegang minuman beralkohol.


Malam ini terjadi perbedaan yang sangat kontras antara kedua insan yang sedang di mabuk cinta dengan satu insan yang saat ini begitu penuh dengan dendam.


"Aku bersumpah akan mengambil mu kembali Laras ya aku bersumpah, aku akan mengambil mu dengan ke dua tangan ku sendiri, aku akan bersumpah dengan hal ini."