
Baik dokter Andre dengan senang hati aku akan mengikuti semua saran mu. Terima kasih Andre."
"Sama - sama"
"Baiklah aku harus kembali karena tidak mungkin aku menginap di tempat ini bukan?"
Andre mengatakan hal tersebut sambil bercanda
"Ya kau benar hati -. hati Andre.
Dan setelah mengatakan hal tersebut Andre masuk kembali ke dalam mobil dan langsung melajukan kembali mobil nya untuk ke arah kota.
"Tuhan saat ini aku butuh untuk menenangkan diri aku berjanji tidak akan meninggalkan mas Prince atau bercerai dari nya aku butuh ketenangan untuk aku bisa berpikir lebih jernih, Tuhan beri aku kekuatan untuk aku bisa menghadapi semua dengan baik, karena aku akan tetap berjalan di sisi mu."
Hal tersebut yang Laras katakan kepada dirinya sendiri ketika memutuskan untuk kembali meninggalkan Prince untuk sementara waktu.
"Aku tau harus berbuat apa saat ini, aku juga mengerti apa yang harus aku lakukan, dia adalah ibu mertua ku sendiri, namun ibu mertua ku ini ternyata yang menjadi dalang pembunuhan ibu kandung ku sendiri, Tuhan apakah aku tetap tidak boleh untuk membencinya? meskipun dia telah menjadi seorang pembunuh?"
Laras mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan diri di sofa yang saat ini ada di depan matanya.
"Aku serahkan semua nya kepada mu Tuhan, karena aku yakin apa yang telah aku putuskan dan saat ini aku betul - betul sedang ingin sendiri ya sendiri dan tetap sendiri."
"Sayang maafkan mama ya nak, mama gagal mempertahankan mu di dalam rahim mama, maafkan mama yang tidak bisa mengendalikan kesedihan mama, sehingga membuat mu harus kembali kepada Tuhan."
"Tuhan maafkan Laras yang masih belum bisa untuk menjaga titipan yang sudah engkau berikan, maafkan Laras Tuhan
"
Laras kembali mengatakan hal tersebut sambil terus mengusap -usap perutnya yang rata.
"Jepang, ya Jepang, semoga di sana nanti aku bisa mendapatkan banyak hal baru, mengisi kekosongan ku, dan mencoba untuk menata hati ku, mas Prince aku harap kau bisa mengerti, sungguh mas aku sama sekali tidak ingin bercerai, aku masih ingin mempertahankan rumah tangga kita mas, jadi aku mohon jangan ceraikan aku."
Laras terus mengatakan hal tersebut sambil dengan perlahan ke dua matanya terpejam karena lelah ya lelah yang teramat sangat membuatnya begitu ingin tidur dan pada akhirnya tertidur dengan sempurna di atas sofa.
Dan malam ini pada akhirnya Andre bertemu dengan wanita tersebut.
"Halo Andre apa kabar mu?"
Dengan tenang satu wanita cantik tersebut duduk di depan nya dengan menggendong seorang anak kecil.
"Lidia, apa kabar?"
"Aku baik, bagaimana dengan mu?"
"Tentu baik, bagaimana dengan keadaan anak kita Angel."
Deg
Lidia langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan Andre menyebutkan nama putri kecilnya tersebut.
"Dre kau sudah tau akan semuanya?"
Dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya aku tau, Laras yang menceritakan semuanya kepada ku selama perjalanan kami ke puncak."
Deg
Lidia kini hanya bisa terdiam mendengar semuanya dari mulut Andre
"Kenapa kau menyangka aku dan Laras ada hubungan khusus bukan?
Dengan cepat Lidia langsung menganggukkan kepalanya..
"Ya Dre aku kira nih seperti itu, namun ternyata sepertinya tidak seperti yang aku bayangkan."