
Dan Andre hanya tersenyum mendapatkan pujian dari Laras.
"Pemikiran yang dewasa itu terkadang tidak didapatkan secara tiba - tiba Laras, ada proses demi proses kenapa pada akhirnya kita bisa berpikir dewasa, berpikir panjang dan proses yang aku alami tidak segampang membalikkan telapak tangan."
"Proses?"
Dan dengan cepat Andre langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya proses kehidupan akan membuat kita menjadi dewasa, karena itulah bersyukur jika proses saat ini sedang bersama dengan mu."
Dan Andre kembali tersenyum ketika melihat Laras menganggukkan kepalanya.
Ada banyak pertanyaan yang saat ini ada di dalam benak Laras, tentang masa lalu Andre, siapa wanita yang ada di dalam video porno tersebut dan masih banyak hal yang lainnya.
Namun Laras pada akhirnya memilih untuk diam karena Andre sama sekali tidak membuka jati dirinya.
Hari ini menjadi pelajaran yang berharga untuk Prince dan juga Andre.
Ya Prince dengan segala keangkuhannya harus merasakan tertolak oleh wanita yang selama ini dia dia - sia kan.
Dan Andre yang menemukan satu sosok wanita yang selama ini dia cari.
Malam yang pada akhirnya berganti dengan pagi kembali dengan segala aktivitasnya yang baru.
Pagi ini mobil Prince masuk ke dalam satu apartemen mewah..
Prince turun dari dalam mobil dan langsung menuju satu kamar untuk bertemu dengan seseorang.
"Halo Lidia."
"Masuklah Prince."
Wanita bertubuh kecil tersebut pada akhirnya meminta Prince untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Kamar mu masih tidak berubah, masih seperti yang dulu."
Prince mengatakan hal tersebut sambil melihat lukisan demi lukisan yang saat ini masih terpajang di dinding kamarnya.
"Apa yang kau mau sebenarnya Prince? dengan sengaja kau menyebarkan video itu ke ranah publik, aku dengan Andre sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi."
Dan Prince langsung tertawa dengan semua hal yang saat ini dikatakan oleh Lidia.
"Kau mengatakan tidak ada hubungan apa - apa lagi dengan Andre, namun sampai saat ini Andre sama sekali tidak mengetahui bahwa kau masih tinggal satu kota dengannya dan lebih parahnya lagi Andre tidak mengetahui jika dirinya memiliki satu putri kecil yang sangat cantik."
Prince mengatakan hal tersebut sambil melirik satu anak kecil yang saat ini masih tertidur pulas di sofa.
"Tidak penting apakah Andre mengetahui apa yang terjadi dengan ku, tidak penting apakah Andre harus mengetahui bahwa sebenarnya dia memiliki satu putri kecil, tidak perlu, karena aku bisa merawat Angel seorang diri!"
Dengan tegas Lidia mengatakan hal tersebut.
"Kenapa kau tidak bisa memaafkan masa lalu Lidia, aku dan Andre bersahabat dari kecil, memang saat menjalin hubungan dengan mu, Andre melakukan satu kesalahan fatal menurut mu, yaitu perselingkuhannya menjelang hari pernikahan."
"Namun apakah hal seperti ini tidak bisa membuat mu memberikan maaf kepada Andre?"
Dengan cepat Lidia pada akhirnya menggelengkan kepalanya.
"Bagi ku perselingkuhan adalah kesalahan fatal yang tidak dapat untuk di maafkan Prince, kau tau saat itu aku memberikan segala hal yang ada di dalam diriku, cinta ku yang begitu besar terhadap Andre di balas dengan perselingkuhan cinta satu malam, dan dia melakukan hal itu di saat semua undangan pernikahan kita sudah di sebarkan."