
Sementara itu di lain tempat, namun di pagi yang sama .
"Jes, Jes buka pintunya, buka pintunya aku akan menjelaskan semua ini kepada mu."
Pagi ini Prince sengaja datang ke rumah Jessika untuk menjelaskan apa yang telah terjadi sepenuhnya.
"Untuk apa lagi kau datang Prince, sudah urusi saja wanita gendut mu itu Prince"
Jesika mengatakan hal tersebut dari dalam rumahnya.
"Jes aku mohon jangan marah, bukalah pintu mu terlebih dahulu, dan akan aku jelaskan semuanya."
Prince sama sekali tidak berhenti untuk berusaha, Prince terus mengetuk - ngetik pintu rumah Jesika dengan keras.
"Jes, ayo aku mohon bukalah pintunya dulu!"
Dan Jesika yang sudah tidak tahan lagi langsung beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu untuk Prince.
"Berisik Prince, kau bisa membangunkan semua tetangga di kompleks ini!"
"Aku tidak peduli Jes, aku tidak peduli jika aku harus membangunkan semua orang agar aku bisa menjelaskan semuanya kepada mu."
"Jadi apa lagi yang akan kau jelaskan kepada ku Prince, sudah jelas - jelas aku melihat mu diam saja, saat ibu Saraswati mengusir ku kemarin."
Jesika mengatakan hal tersebut sambil menyilangkan ke dua tangannya.
"Jes, maafkan aku, ya sekali lagi maafkan aku, saat itu aku tidak memiliki kuasa apa - apa untuk menolak perkataan mama."
"Bagaimana bisa kau sampai tidak memiliki kuasa? kau adalah laki - laki Prince, seharusnya kau bisa menentang ibu Saraswati, jika kau betul - betul mencintai ku!"
Jesika mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Prince.
Ruang tamu yang dingin kini menjadi saksi keributan Prince dan juga Jesika.
"Pernikahan yang aku lakukan ini adalah pernikahan palsu."
"Palsu?"
Jesika mengatakan hal tersebut sambil mengernyitkan dahinya.
"Ya, setelah aku mendapatkan keturunan darinya, aku akan langsung membuang wanita itu."
"Oh, jadi kalian juga harus melakukan hubungan suami istri?"
Deg
seketika itu juga Jesika terdiam.
"Prince bagaimana bisa? jadi selama ini kau bukan ahli waris di dalam keluarga mu sendiri?"
Dengan cepat Prince langsung menggelengkan kepalanya.
"Semuanya terlalu rumit untuk diceritakan satu per satu Jes, intilah adalah jika aku bisa mendapatkan anak dari wanita ini, maka semuanya akan kembali, ya aku pastikan semuanya akan kembali."
"Dan di saat semuanya telah kembali, aku berjanji akan menikahi mu, aku janji."
Jesika terdiam dengan semua perkataan Prince.
"Apakah aku bisa percaya apa yang baru saja kau katakan Prince."
"Seribu persen kau bisa percaya denganku Jes."
Prince mengatakan hal tersebut dengan menggenggam ke dua tangan Jesika.
"Baiklah jika memang kau bisa di percaya, aku akan melakukan hal ini, menunggu mu, kapan kau akan meninggalkan dirinya?"
"Secepatnya sayang, ya secepatnya, target ku paling lama adalah dua tahun."
Jesika kembali terdiam.
"Dua tahun, ya,ya bukan waktu yang cukup lama untuk menunggu, asalkan aku berjanji akan terus bersama dengan ku."
"Pasti sayang, aku hampir gila ketika melihat mu di usir oleh mama."
Prince mengatakan hal tersebut sambil memeluk pinggang Jesika dengan mesra.
"Kau cinta kepada ku Prince?"
"Sangat sayang."
"Jika kau mencintaiku, apakah kau bisa berjanji untuk tetap tidak menyentuh wanita gendut itu."
"Sayang, mengertilah, aku tidak akan bisa menepati janjiku yang ini dalam waktu dekat."