
Maafkan aku mbak Laras, aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan mbak Laras, namun aku mengenal baik Prince."
Deg
Seketika itu juga Laras tercekat ketika satu nama laki - laki disebutkan oleh Lidia.
"Mas Prince? anda kenal dengan mas Prince?"
Dan dengan cepat Lidia langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya mbak, aku, Andre dan juga Prince adalah sahabat lama, meskipun Andre dan Prince selalu berselisih paham namun mereka berdua itu saling mendukung dan tetap saling menolong jika ada satu hal."
Lidia mengatakan hal tersebut dengan pelan kepada Laras.
"Terima kasih mbak Lidia untuk semua pesannya, nanti akan aku sampaikan kepada Andre jika mbak Lidia mencari."
"Terima kasih mbak Laras, salam buat Andre dari ku dan juga si kecil Angel."
Setelah mengatakan hal tersebut Lidia berpamitan dan langsung pulang.
Sementara itu kini Laras duduk di ruang tamu dan menyandarkan kepalanya di kursi.
"Apa yang di katakan oleh mbak Lidia itu benar, tak seharusnya aku tinggal di rumah ini, jika memang aku ingin menenangkan diri, tak seharusnya aku mendatangi Andre, seharusnya aku tetap berada di rumah bersama mas Prince apapun keadaan ku."
Laras mengatakan hal tersebut dengan sangat pelan, dan mencoba terus mengingat - ingat kata - kata dari Lidia.
"Ah lebih baik aku membereskan semua pakaian ku dan kembali ke rumah, semarah apapun mas Prince kepada ku, aku tidak akan pernah meninggalkan nya lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut, Laras bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju ke dalam kamar.
Tidak butuh waktu lama untuk Laras membersihkan semua barang - barangnya, karena memang Laras tidak membawa apa - apa saat dirinya datang ke rumah Andre.
"
Satu orang asisten rumah tangga mengatakan hal tersebut kepada Laras, saat dirinya berpamitan akan pergi .
"Iya bi, tak seharusnya aku berada di sini, saat ini sebaiknya aku kembali kepada suami ku dan mengurusnya saja, selama ini aku sudah meninggalkan cukup lama."
"Baik mbak Laras, nanti akan kami sampaikan kepada mas Andre."
Dan seketika itu juga Laras langsung menganggukkan kepalanya.
"Tolong ya bi, dan sampaikan ini juga untuk Andre ."
Laras mengatakan hal tersebut sambil memberikan sepucuk surat kepada asisten rumah tangga nya tersebut.
"Baik mbak Laras."
"Laras pergi ya bi!"
Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras keluar dari rumah Andre, Laras datang dan pergi dengan bawaan yang sama yaitu tas kecil di tangannya, saat Laras datang memang Laras tidak membawa barang apa - apa.
"Mas Prince aku pasrah kepada apapun yang mas akan lakukan terhadap ku, ya apapun itu, namun satu hal yang pasti aku tidak akan pernah meninggalkan rumah lagi mas, selama aku masih memiliki status sah sebagai istri mu, aku sama sekali tidak akan pernah pergi dari sisi mu mas."
Laras mengatakan hal tersebut sambil berjalan di jalan raya, hari ini Laras memilih untuk menggunakan ojek online, siang hari ini cukup cerah dan sangat enak untuk di pakai berjalan - jalan.
"Sesampainya di rumah Prince Laras menatap pintu gerbang tersebut yang sampai saat ini masih berdiri dengan kokoh."
Terakhir kali dia meninggalkan rumah ini dala keadaan pingsan karena Prince yang memaksanya untuk terus melakukan hubungan badan, sampai alat kelaminnya bengkak dan hari ini Laras kembali lagi ke rumah ini.