
Baik bu Sarawati."
"Lalu selidiki wanita yang bernama Laras, dia sudah lama menghilang dari kehidupan anak ku, aku ingin mengetahui apa saja yang dia lakukan selama ini di Jepang."
"Baik Bu Sarawati."
"Bagus kalian boleh pergi dan berikan informasi yang terbaik untuk ku."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Ibu Sarawati kembali ke ruang kerjanya, sungguh saat ini Ibu Sarawati sangat penasaran apa yang membuat pada akhirnya Laras mau kembali kepada Prince.
Sementara itu menjelang sore Prince yang biasanya memilih untuk lembur pulang larut malam, namun pada sore ini ada yang berbeda.
"Pak bagaimana dengan pekerjaan yang belum di selesaikan?"
Sore ini sang asisten pribadi kembali mengatakan hal tersebut kepada Prince yang hendak pulang.
"Tunda saja Joe, sore ini aku ingin kembali lebih cepat untuk bertemu dengan istriku"
Prince mengatakan hal tersebut dengan ringan tanpa memandang nilai kontrak yang sangat fantastis jika saat ini dirinya langsung mengikuti rapat bersama dengan rekan bisnisnya.
"Sayang aku tau kontrak itu berharga, aku juga tau akan kehilangan banyak uang ketika tidak mengikuti rapat sore ini, namun saat ini kau adalah yang terpenting untuk ku, aku tak sabar ketika sampai di rumah nanti bertemu dengan mu yang aku yakin sangat marah karena caraku yang membawa mu dengan paksa untuk kembali ke tanah air."
Prince mengatakan hal tersebut sambil melajukan mobilnya, sore ini Prince memilih untuk mengemudikan mobilnya sendiri tanpa sang asisten pribadi.
Tak butuh waktu lama pada akhirnya Prince masuk ke dalam halaman depan rumahnya.
"Sore mas Prince."
Sesampainya di depan pintu, sudah ada bi Ijah yang menyambutnya.
"Sore juga bi Ijah, bagaimana bi apakah ada masalah dengan Laras?
"
"Tidak ada masalah yang berarti mas, mbak Laras malam dengan lahap, hanya beberapa kali mbak Laras menanyakan mas Prince kapan pulang, hanya itu saja mas Prince."
Prince yang mendengarkan hal ini langsung tersenyum, saat ini dia sudah sangat mengetahui jika Laras akan sangat marah dengannya.
Namun hati Prince tetap bahagia meskipun dia tau apa yang akan dia terima ketika dia masuk ke dalam kamar.
"Baiklah bi, aku akan ke kamar untuk bertemu dengan mbak Laras, semoga dia baik - baik saja ya."
Prince mengatakan hal tersebut dengan tersenyum kepada bi Ijah, yah senyum kebahagiaan yang luar biasa saat ini sedang ada di dalam hati Prince
Dengan langkah tenang Prince naik ke lantai dua dan dengan perlahan Prince membuka pintu kamarnya.
Begitu Prince membuka pintu kamar, Prince langsung mendapatkan lemparan bantal dan guling dari Laras.
"Mas kau keterlaluan!*
Laras mengatakan hal tersebut sambil melemparkan bantal dan guling kepada Prince.
"Sore Laras ku sayang!"
Prince mengatakan hal tersebut sambil terus menghindar dari lemparan Laras.
"Mas ini tidak lucu, aku kan sudah bilang aku tidak mau kembali ke Indonesia dengan mu, namun rupanya kau menggunakan cara licik untuk bisa membawa mu pulang! ini keterlaluan!"
Laras mengatakan hal tersebut sambil mengambil vas bunga yang ada di meja dan bersiap untuk melemparkan ke wajah Prince.
"Laras sayang aku mohon jangan kau lempar itu kepada ku, wajah ku yang tampan akan terluka dengan vas bunga itu."