MY PRINCE

MY PRINCE
LARAS PINGSAN



Di tangan kanannya saat ini memegang hasil tes kehamilan Laras yang rupanya tertinggal di dalam kamar mandi dan di tangan kiri tangannya memegang minuman beralkohol.


Malam ini terjadi perbedaan yang sangat kontras antara kedua insan yang sedang di mabuk cinta dengan satu insan yang saat ini begitu penuh dengan dendam.


"Aku bersumpah akan mengambil mu kembali Laras ya aku bersumpah, aku akan mengambil mu dengan ke dua tangan ku sendiri, aku akan bersumpah dengan hal ini


Andre mengatakan hal tersebut di dalam kemarahan nya yang saat ini betul - betul sudah mencapai puncaknya.


Andre sama sekali tidak menginginkan Laras untuk kembali kepada Prince.


Malam hari yang kelam bagi Andre dan malam - malam yang akan seperti itu terus untuk Andre..


"Selamat pagi sayang ku ."


Pagi ini Prince mengatakan hal tersebut kepada Laras yang saat ini sudah membuka ke dua matanya.


Dirinya masih erat di dalam pelukan dari Prince, keadaan keduanya yang masih telanjang membuat Prince dengan mudah menyentuh tubuh Laras.


"Mas, aku kesiangan, aku harus menyiapkan makan untuk mas Prince."


Laras yang melihat jam di ponselnya segera bangkit dari tempat tidurnya.


"Sudah ada bi Ijah, ya aku sudah meminta. bi Ijah untuk menyiapkan makan untuk kita, jadi kau tidak perlu khawatir lagi."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mencium Laras beberapa kali.


"Tapi mas aku.."


Dan belum sempat Laras melanjutkan pembicaraannya, tiba - tiba seperti ada yang sedang mengaduk - aduk perut Laras dan karena hal itu Laras langsung bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi memuntahkan semuanya.


"Sayang apa yang terjadi dengan mu, sayang jawab!


"


Prince yang sangat heran dengan apa yang telah terjadi dengan Laras langsung turun dari tempat tidurnya, dengan cepat menggunakan piyama dan langsung mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang apakah kau baik -baik saja? Laras buka pintunya, Laras?"


"Bagaimana ini? mas Prince belum mengetahui kehamilan ku, dan saat ini panik karena melihat aku yang seperti ini."


Laras mengatakan hal tersebut sambil terus - menerus mengeluarkan isi perut yang sejak tadi membuatnya merasakan mual.


"Aku tidak boleh membuat mas Prince khawatir, ya aku harus keluar sekarang juga."


Laras mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari wastafel di dalam kamar mandi.


Dengan perlahan Laras membuka pintu kamar mandi dan melihat wajah panik dari Prince yang menatapnya dengan tajam.


"Ada apa dengan mu Laras?"


Laras yang mendapatkan banyak pertanyaan hanya bisa menatap tajam ke arah Prince.


"Hei Laras ada apa? sayang katakan ada apa?"


Prince mengatakan hal tersebut sambil terus memandang ke arah Laras.


"Mas ada yang ingin Laras cerita kan kepada mas Prince."


"Apa sayang astaga kau sungguh - sungguh bisa membuat aku khawatir jika kau seperti ini."


Prince yang sudah tidak sabar kembali mengguncang tubuh Laras..


"Mas sebenarnya, sebenarnya."


Laras terdiam karena tiba - tiba kini kepalanya berkunang -kunang.


"Hei Laras ada apa? katakan saja sayang."


"Sebenarnya Laras, sebenarnya.."


Dan belum selesai mengatakan hal apapun tiba - tiba saja Laras pingsan di dalam pelukan Prince.


"Astaga Laras ada apa dengan mu sayang."