MY PRINCE

MY PRINCE
AKU KHAWATIR



Laras mengatakan hal tersebut sambil bangun dan duduk di atas tempat tidurnya.


"Apakah yang sudah aku lakukan ini benar Tuhan? aku memilih untuk lari dari dalam masalah ku, dan tidak menanyakan semua hal ini kepada mas Prince langsung."


"Hati ku terasa sangat sakit mas, dan itulah yang membuat aku mau bekerja sama dengan Andre yang merupakan sahabat mu sendiri."


"Tuhan lindungilah Andre, karena aku yakin besok dia akan berhadapan langsung dengan Prince dan akan mengatakan semuanya, ya semuanya Tuhan."


Larut malam Laras mengatakan hal tersebut seorang diri


Sadar saat ini Laras sedang melibatkan orang lain.


sadar saat ini Laras sedang berada di dalam satu rumah orang asing yang bukan suaminya.


Esok hari akan menjadi satu masalah baru untuknya dan juga untuk Andre.


"Lebih baik aku mencoba untuk memejamkan ke dua mata ku, ya aku harus mencoba, agar semuanya bisa tetap berjalan dengan baik."


Selesai mengatakan hal tersebut Laras kembali berbaring dan mencoba untuk kembali memejamkan ke dua matanya.


Merupakan satu perjuangan tersendiri ketika Laras melakukan hal itu, sungguh saat ini ke matanya masih terbuka dengan sangat lebar.


Namun usaha yang Laras lakukan tidak sia - sia, dengan sekuat tenaga pada akhirnya Laras berhasil memejamkan m


ke dua matanya.


Sungguh perjuangan yang tidak sebentar ketika melakukan hal tersebut.


Malam yang pada akhirnya berganti dengan pagi, dan pagi yang kini telah datang di kediaman Andre.


"Selamat pagi Laras."


Pagi ini Andre yang sudah rapi duduk di


meja makan sambil mengoleskan selai ke dal rotinya.


"Pagi Andre, maafkan aku hari ini aku bangun siang."


Laras mengatakan hal tersebut sambil duduk di samping Andre.


"Tak masalah Laras, aku mengerti, ayo makan sarapan mu sudah di siapkan."


Andre mengatakan hal tersebut sambil melihat satu piring nasi kuning lengkap dengan lauknya.


Laras mengatakan hal tersebut dengan kedua mata yang semakin berbinar.


"Ya nasi kuning yang di buat oleh salah satu dari koki di rumah ini sangat enak, cobalah."


Andre mengatakan hal tersebut sambil mengambil piring tersebut dan mendekatkannya kepada Laras.


"Terima kasih Dre."


Tanpa penuh basa basi Laras segera melahap habis nasi kuning tersebut.


"Bagaimana enak nasi kuningnya?"


Andre mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Ya enak sekali Dre sungguh aku sudah lama tidak makan nasi kuning, ini adalah sarapan pagi favorit ku."


"Syukurlah jika kau suka."


"Terima kasih Dre."


"Sama - sama Laras."


"Setelah mengatakan hal tersebut Laras langsung mengambil air mineral dan menegakkan hingga habis."


"Dre."


"Ya ada apa Laras?"


"Apakah pagi ini kau akan ke rumah sakit?"


Andre kini langsung mengalihkan pandangannya kepada Laras.


"Ya Laras, pagi ini aku harus ke rumah sakit, kau lupa aku seorang dokter? sudah menjadi kewajiban ku untuk tetap pergi ke rumah sakit apapun keadaan ku, kenapa? apakah kau khawatir dengan permasalahan mu ?"


Deg


Laras yang mendapatkan pertanyaan tersebut langsung terdiam


"Iya aku khawatir akan semuanya Dre, khawatir akan apa yang akan terjadi nantinya, khawatir akan apa yang dilakukan oleh mas Prince dengan keputusan ku yang sangat berani ini, khawatir akan.."


"Sssst, sudah aku tidak mau lagi mendengarkan ke khawatiran mu lagi Laras, apakah aku harus mengatakan berulang - ulang kepada mu ?"