MY PRINCE

MY PRINCE
DIBALIK SEMUA



Aku juga tau saat ini mas tidak akan mau melindungi wanita pencandu obat - obat terlarang seperti ku, aku tau semuanya harus aku hadapi sendiri mas."


Laras mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dalam - dalam dan tarikan nafasnya tersebut terasa sangat berat.


"Jika tidak ada yang ingin mas bicarakan lagi, aku harap pertemuan kita sampai di sini saja mas."


Laras mengatakan hal tersebut sambil memalingkan wajahnya dari Prince, saat ini dirinya tidak akan kuat memandang wajah satu laki -laki yang sangat di harapkan olehnya bisa melindungi, menerima dan membelanya di dalam setiap hal yang sedang dia hadapi.


"Ayo Joe, aku sudah muak berada di tempat panas ini."


Setelah mengatakan hal tersebut Prince bangkit dari tempat duduknya, sikap arogan dan sikap kanak - kanak sanga terlihat jelas dari wajah Prince yang saat ini sangat tidak suka melihat wajah Laras.


"Hati - hati di jalan mas."


Di akhir dari semua Laras hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Prince yang saat ini sudah bangkit dari tempat duduknya dan bersiap meninggalkan ruangan.


Tidak ada kata yang Prince keluarkan, bahkan Prince dengan sengaja memalingkan wajahnya ketika berhadapan dengan Laras.


Setelah Prince pergi, Laras pun beranjak dari tempat tersebut dan kembali ke sel nya.


Di dalam sel Laras menangis tanpa suara untuk kesekian kalinya Laras mengalami kekecewaan berat, untuk sekian kalinya Laras mengalami trauma yang hebat di dalam hatinya ketika kembali di perlakukan tidak adil oleh orang - orang di sekitarnya.


"Kenapa Tuhan ,kenapa di saat seperti ini aku begini hina, apakah aku betul - betul begitu hina Tuhan sehingga mas Prince sangat marah?"


"Aku memang salah Tuhan, ya aku salah, aku salah, aku salah *


Berulang - ulang Laras mengatakan hal tersebut seorang diri sambil menangis tanpa suara.


"Tuhan Laras sudah tidak kuat lagi, sungguh Tuhan Laras ingin mati saja."


Laras mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul lantai sel yang dingin.


Di dalam rasa ketakutan yang tiada tara, di dalam rasa bersalah yang akut, di dalam intimidasi yang luar biasa, Laras mengatakan setiap kesedihan, Laras mengatakan setiap hal yang membuat hatinya hancur.


"Laras ingin mati, Laras ingin mati Tuhan, namun Laras takut akan setiap kematian yang akan datang."


Sungguh ungkapan demi ungkapan duka yang luar biasa Laras katakan di dalam tangisnya pada hari ini.


Sementara itu di tempat lain, ada satu orang laki - laki dengan tenang sedang memberikan setumpuk uang kepada seseorang.


"Ini adalah bagian mu, jika ada apa - apa dengan mu, maka kau dan semua anggota keluarga mu akan aku tanggung, ya seperti yang tertera di dalam surat perjanjian kita."


Satu laki - laki tersebut mengatakan hal ini dengan sangat serius.


"Pergilah, dan lakukan apa yang harus kau lakukan."


"Baik Mr."


Dan para pengawal membawa seseorang ini keluar.


"Laras kau belum tau saat ini kau sedang berurusan dengan siapa, apapun akan aku beli dengan kekayaan yang aku miliki, ya apapun bisa aku beli, James tidak akan pernah bisa untuk di Lawan, dan tidak akan pernah bisa "


Dengan suara tawa yang nyaring siang ini James mengatakan semua hal yang telah dia lakukan.