MY PRINCE

MY PRINCE
PERMOHONAN Di Kabulkan



Setelah mengatakan hal tersebut Joe bangkit berdiri dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan rumah mewah yang beberapa tahun ini telah menjadi rumah ke duanya.


Saat ini Prince betul - betul sedang mengalami kebangkrutan, semua harta yang dia miliki telah terjual, bahkan ibh Saraswati yang tidak kuat lagi menerima semua hal ini pada akhirnya mengalami gangguan mental sehingga harus di larikan ke rumah sakit.


"Pa maafkan Prince yang tidak dapat menjaga semua harta pemberian papa ini dengan baik, maafkan Prince yang telah gagal menjadi laki - laki sejati, maafkan Prince yang masih belum bisa menjadi laki - laki yang bisa diandalkan oleh wanita yang saat ini sebenarnya sedang membutuhkan Prince."


Prince mengatakan hal tersebut sambil memandang foto sang ayah di atas meja kerjanya, saat ini Prince sudah tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan lagi, rumah mewah yang saat ini masih dia tempati dalam hitungan jam pada akhirnya menjadi milik bank dan Prince harus segera keluar dari dalam rumah tersebut.


"Selamat tinggal semuanya, sayang jika nanti Tuhan mengizinkan aku dan kau kembali bertemu, sungguh aku sangat ingin memperbaiki semuanya, namun jika suatu saat pertemuan ku membuat aku pada akhirnya bisa melihat mu dengan yang lainnya, aku akan bahagia, ya sangat bahagia dan akan terus bahagia tidak kurang dari hal apapun."


Prince mengatakan hal tersebut sambil memeluk foto Laras, saat ini dirinya sedang merasa seperti seorang laki -laki pecundang yang luar biasa namun tidak ada yang bisa Prince lakukan kecuali pergi dari rumah mewah tersebut dan dari semua kehidupan Laras


Sementara itu di tempat Lain saat ini Andre dan juga om Hendra sedang aktif untuk mengajukan rehabilitasi untuk Laras, beberapa berkas sudah Andre dan juga om Hendra kumpul kan


Teror yang terus Andre terima tidak membuatnya mundur, apa yang telah dialami membuatnya semakin percaya bahwa semua hal baik yang dia lakukan akan berdampak baik juga untuk orang lainnya.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk mu Laras, ya kau layak untuk mendapatkan semua hal ini dengan sangat layak."


Malam hari semua berkas telah selesai di kumpulkan dan Andre mengatakan hal tersebut dengan menyandarkan dirinya di atas kursi meja kerjanya.


"Beberapa hari lagi kau akan bisa di rehabilitasi di tempat yang terbaik, ya aku berjanji akan memberikan tempat terbaik itu untuk mu Laras."


Prince mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah jendela di dalam kamarnya.


Malam yang telah larut pun berganti dengan pagi dan hari pun telah berganti dengan hari.


"Laras."


Pagi ini Lidia, Andre dan juga Om Hendra datang ke sel dan Lidia langsung memeluk erat Laras.


"Laras kau harus mendengarkan kabar baik ini.


"Besok kau sudah bisa dipindahkan ke tempat rehabilitasi."


Deg


Sungguh saat ini hati Laras sangat bahagia.


"Semua berkas sudah selesaj?


"


Dengan girang Laras menanyakan hal tersebut kepada Lidia?


"


Dan Lidia pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya Laras semuanya sudah selesai dengan baik."


"Dre terima kasih."


" Hendra terima kasih."


Laras mengatakan hal tersebut dengan menangis panjang, dirinya tidak menyangka jika bisa mendapatkan rehabilitasi dengan secepat ini.


"Hei Laras mengapa kau menangis? semuanya sudah selesai.


"


Lidia mengatakan hal tersebut sambil mengusap air mata Laras.