MY PRINCE

MY PRINCE
KECANDUAN



Antarkan saja aku ke apartemen ku Dre, aku ingin istirahat."


"Baiklah, Joe kau dengar sendiri apa yang Prince minta, jadi kita bisa langsung kesana"


"Baik pak."


Dan mobil pun diarahkan oleh Joe ke area jalan apartemen dari Prince.


"Jika kau membutuhkan sesuatu kabari aku saja Prince."


Andre mengatakan hal tersebut sambil berteriak karena saat ini Prince sudah turun dari dalam mobil.


Dengan cepat Prince masuk kembali ke apartemen dan mencoba untuk beristirahat.


"Aku tau kau masih mencintai ku Laras, jika tidak mengapa kau begitu khawatir ketika aku di tangkap oleh pihak yang berwajib karena keributan yang telah aku lakukan."


"Aku semakin yakin bahwa secepatnya bisa membawa mu pulang kembali bersama dengan ku ke Indonesia."


Prince mengatakan hal tersebut dengan terbaring di atas tempat tidurnya dan menutup semua wajah dengan ke dua tangannya.


Hari ini pada Akhirnya Prince memilih untuk beristirahat di dalam apartemen, ya apartemen yang sampai saat ini masih menjadi huniannya selama ada di Jepang.


Menjelang malam, satu wanita berlari menuju gang sempit yang gelap.


"Aku mohon berikan barang itu untuk ku!"


Wanita itu memohon dengan sangat kepada dua laki - laki yang saat ini ada di depannya.


"Tidak bisa Laras, kau sudah memiliki hutang terlalu banyak, dan kami tidak bisa memberikan barang itu lagi untuk mu."


"Aku mohon, untuk kali ini berikan barang itu untuk ku, apapun akan aku lakukan untuk kalian."


Laras mengatakan hal tersebut sambil berlutut di depan ke dua laki - laki yang saat ini memandanginya dengan tajam.


"Kau yakin jika kau akan memberikan apapun yang akan kami minta?"


Deg


Laras kami menjadi sangat ketakutan melihat tatapan buas dari ke dua laki - laki yang saat ini berada di depan matanya.


Lidah Laras tercekat dengan sangat kuat saat dirinya mencoba menyakinkan kedua laki - laki tersebut bahwa apapun akan dia berikan guna untuk mendapatkan barang haram tersebut.


"Baiklah, karena kita berasal dari negara yang sama, tawaran ini aku terima."


Satu laki - laki mengeluarkan barang yang saat ini sangat di inginkan oleh Laras.


"Kau bisa memakainya malam ini, namun ada satu syarat yang harus kau penuhi."


Satu orang laki - laki membisikkan hal tersebut ke telinga Laras.


"Syarat apa yang harus aku penuhi?"


"Kami berdua malam ini sedang sangat lapar, dan karena kami lapar, kami ingin memakan tubuh mu, ya kami berdua ingin menikmati tubuh mu malam ini juga."


Deg


Lutut Laras langsung gemetar ketika mendengarkan permintaan ke dua laki - laki yang berbadan kekar tersebut.


"Apakah tidak ada permintaan lain yang bisa aku penuhi selain itu?"


Dan kedua orang laki - laki tersebut langsung tertawa."


"Pilihan mu saat ini hanya mau atau tidak dengan syarat kami?"


Deg


Laras kini hanya berlutut karena menahan tubuhnya yang mulai kesakitan akibat mencandukan barang haram tersebut


Dan di saat yang bersamaan hati Laras begitu bergetar hebat saat mendengarkan apa yang di minta oleh ke dua orang tersebut.


"Kami hitung sampai tiga, jika dalam hitungan ke tiga kau tidak menjawab maka kami akan pergi dari sini, satu, dua.."


"Iya aku bersedia."


Dengan suara yang pelan dan sangat pelan pada akhirnya Laras menyetujui semua persyaratan mereka.