MY PRINCE

MY PRINCE
PRIA YANG SAMA



Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut dengan memeluk Laras dengan sangat erat.


"Kabar Laras baik Bu."


"Sayang maafkan mama yang belum berkunjung ke rumah kalian, mama beberapa Minggu ini baru saja tiba dari Korea Selatan dan pagi ini kebetulan sekali bertemu dengan mu."


Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Laras.


"Iya ma, Laras mengerti keadaan mama."


Laras terpaksa membalas pelukan dari sang ibu mertua, meskipun itu dengan sangat canggung.


"Laras, ayo aku kenalkan dengan klien besar ku kepada mu."


Prince mengatakan hal tersebut sambil mengandeng tangan Laras.


"Ma aku dan mas Prince pergi dulu."


"Pergilah nak."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Laras mengikuti langkah kaki suaminya.


"Mr James senang melihat mu kembali ke tanah air."


Deg


Ke dua mata Laras seakan - akan ingin keluar dari tempatnya saat dia melihat satu laki - laki tampan dengan kumis tebal dan juga jambang yang penuh di wajahnya.


"Senang juga bertemu dengan mu Mr Prince, aku beruntung sekali bisa menjadi rekan bisnis mu di dalam usaha yang semakin hari maju dengan sangat pesat."


James mengatakan hal tersebut sambil sesekali melirik ke arah Laras yang sejak tadi selalu memalingkan pandangannya ke segala arah.


"Siapa wanita cantik yang ada di samping mu ini Mr Prince?"


James mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Laras.


"Ah perkenalkan ini Laras dan wanita cantik yang luar biasa ini adalah istri ku, ya satu - satunya istri ku."


"Senang bertemu dengan mu nyonya Prince."


James mengatakan hal tersebut sambil mengulurkan tangannya kepada Laras.


"Senang juga bertemu dengan anda Mr James."


Dengan terpaksa Laras menerima uluran tangan dari James meskipun tanpa tersenyum sedikitpun.


"Bagaimana dengan pekerjaan yang akan kita jalin Mr James?"


"Ah tentunya kita bisa bicarakan di sini jika anda tidak keberatan."


Seketika itu juga Prince langsung menoleh ke arah Laras.


"Pergilah mas, aku juga ingin mencicipi makanan yang sedang di sajikan."


Laras yang seakan - akan mengerti dari tatapan mata dari Prince langsung mengizinkan ke dua laki - laki tersebut untuk melakukan pembicaraan pekerjaan.


"Baiklah mungkin kita bisa berbicara disana?


"


Prince menunjukkan satu tempat kosong yang sangat mewah.


"Dengan senang hati Mr Prince."


Dan Laras kini hanya bisa melihat punggung dua laki - laki yang semakin menjauh darinya.


Ini tidak mungkin, baru kemarin aku bertemu dengan James di dalam apartemen dan aku melakukan transaksi obat + obat terlarang, aku melihat dia hanya laki - laki biasa, namun kini dia menjelma menjadi laki -laki kaya dan bersama dengan Prince menjalin bisnis, astaga aku seperti sedang di permainkan oleh takdir.


Laras mengatakan hal tersebut dari dalam hatinya, saat ini Laras tidak menyangka jika laki - laki yang pernah dia temui di apartemen adalah laki - laki yang sama dengan yang dia temui di dalam pesta pada siang hari ini.


"Lebih baik aku mencari minuman segar untuk bisa membuat kepala ku dingin, terlalu banyak hal yang aku temui pada hari ini, ya lebih baik aku makan saja."


Laras mengatakan hal tersebut sambil berjalan ke arah makanan dan mencoba untuk mengambil beberapa kue, Laras mencoba untuk menelan semua makanan tersebut, meskipun saat ini dirinya sedang tidak ingin makan.