
Dengan cepat Prince menganggukkan kepalanya.
"Ya ma, aku rasa Andre sudah bertindak terlalu jauh di dalam urusan ku, jadi itu sebenarnya aku akan mencoba membungkam Andre dengan apa yang dia lakukan di masa lalu.*
Prince mengatakan hal tersebut sambil memperlihatkan foto Andre dan satu wanita yang telah selesai berhubungan badan.
"Darimana kau mendapatkan foto ini Prince?"
Ibu Sarawati mengatakan hal tersebut dengan baik.
"Mama tidak perlu tau aku mendapatkan foto ini darimana tapi aku akan segera menyebarkan foto ini, mari kita lihat bagaimana reaksi netizen ketika laki - laki yang menjadi idola mereka ternyata adalah laki - laki brengsek!"
Prince mengatakan hal tersebut dengan tersenyum sinis.
"Mama akan menunggunya, namun satu hal yang pasti, saat ini kita harus menghadapi saham yang semakin anjlok, tadi sekertaris mama juga mengabarkan jika proyek di Kalimantan tiba - tiba saja di batalkan karena hal ini."
"Untuk masalah itu aku akan tangani ma, aku akan menurunkan beberapa aset ku dari Korea, aku rasa itu akan cukup menutup kerugian kita."
"Ya mama tau, tapi jika sampai ini terjadi untuk ke dua kali, maka kita tidak akan pernah memiliki aset untuk menutupi kerugian lagi."
"Ya ma, aku mengerti, jangan khawatir, semuanya akan berjalan seperti biasa, seperti rencana yang telah aku susun dengan baik, mama jangan khawatir."
Berkali - kali Prince mengatakan hal tersebut kepada ibu Sarawati, tidak ada lagi yang bisa ibu Saraswati katakan kecuali anggukan kepala dan mencoba percaya kepada putranya sendiri.
"Baiklah Prince, mama akan mencoba untuk percaya kepada mu, ya percaya dengan segenap hati, agar semuanya bisa berjalan dengan baik, mama akan mendukung semua hal yang akan kau lakukan."
"Terima kasih ma."
"Andre aku akan menghancurkan karir mu, ya akan aku hancurkan sampai ke titik yang paling dasar."
Prince mengatakan hal tersebut dengan menggenggam ke dua tangannya erat - erat.
Sungguh saat ini baik Andre ataupun Prince sedang menabuh genderang perang .
"Sampai saat ini aku masih belum mengetahui motif aslimu seperti apa Dre, kau tiba - tiba muncul dan mencoba untuk mengambil Laras, arrrh kenapa aku selalu bersaing dengan mu, termasuk kebahagiaan ku sendiri."
Prince kembali mengatakan hal tersebut dengan memejamkan ke dua matanya.
Sementara itu sore hari saat mobil Andre sudah memasuki halaman parkir rumahnya..
Andre masuk dan di sambut oleh tatapan Laras yang tajam.
"Aku tau Laras kenapa kau menatapku begitu tajam, namun sebelum kau melakukan hal itu lebih dalam, aku ingin mandi dan sarapan dulu boleh?"
Deg
Laras yang sudah bersiap-siap hendak menghujani Andre dengan banyak pertanyaan tiba - tiba menjadi terdiam.
"Aku capek satu hari tadi ada empat operasi yang harus aku ikuti, jadi tolong aku mau istirahat sebentar saja dulu, sebelum kita akan membahas semuanya setuju yah Laras."
Dan Laras yang belum memberikan respon apapun kini hanya bisa menatap Andre yang tiba - tiba sudah naik ke lantai dua, tanpa persetujuan Laras Andre masuk ke dalam kamarnya dan langsung beristirahat.
"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepada mu Dre, dengan seenaknya kau membongkar percakapan ibu Sarawati dan mas Prince, saat ini mas Prince masih sedang sedih ."