MY PRINCE

MY PRINCE
KEPERGIAN JESIKA



Dengan tenang Prince mengatakan hal tersebut kepada Jesika.


"Yang aku lihat kau seperti sedang tidak menginginkan kehadiran ku Prince."


"Ya tepat sekali aku sedang tidak menginginkan kehadiran mu."


Deg


Untuk kesekian kalinya Jesika di buat tersentak dengan pengakuan Prince yang sangat berterus terang seperti itu.


"Prince ada apa dengan mu? kenapa kau berubah? apakah ada yang salah dengan ku? ayo katakan Princes."


Jesika terus meminta Prince untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya.


"Lepaskan dulu tangan mu, dan duduklah dengan benar, baru aku akan mengatakan semuanya kepada mu!"


Dengan tegas Prince mengatakan hal tersebut kepada Jesika yang sejak tadi terus merengek kepadanya.


"Baiklah aku akan duduk di samping mu!"


Dengan memasang ekspresi cemberut Jesika mengatakan hal tersebut kepada Prince.


"Jadi apa yang harus aku dengarkan Prince?"


"Yang harus kau dengarkan adalah hubungan kita tidak akan bisa kita lanjutkan lagi!"


Deg


Seperti di sambar petir ketika Jesika mendengarkan apa yang Prince katakan.


"Apa maksud mu Prince seenaknya saja kau mengakhiri semua yang telah kita lakukan!"


Dengan geram Jesika mengatakan semua hal yang tersebut kepada Prince..


"Ya Jes, maafkan aku yang terpaksa harus mengatakan hal ini kepada mu!"


"Terpaksa kau bilang, kenapa Prince kenapa kau tega."


Dan Jesika mengatakan hal tersebut dengan histeris.


"Diam, pelankan suara mu Jes!"


Dan Prince pada akhirnya terdiam mendengar perkataan Jesika.


"Kau ingin mengetahui alasan ku yang sebenarnya?"


Dengan cepat Jesika langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, yang harus kau tau aku sudah tidak mencintai mu lagi Jes."


Deg


Pengakuan Prince yang berterus terang membuat Jesika langsung terhentak.


"Tidak mencintai ku lagi? lalu untuk apa kau mencium ku, untuk apa kau mencumbu ku, untuk apa kau sering melakukan hal itu kepada ku Prince? ayo jawab!"


Jesika mengatakan hal tersebut dengan memegang kerah kemeja dari Prince.


"Lepaskan Jes, kau tidak berhak kasar seperti ini!"


Prince mengatakan hal tersebut sambil melemparkan Jesika di atas kursi.


"Kau jahat Prince, kau jahat! kau tau aku berharap dengan kau terus berada di samping ku suatu saat kau akan menikah dengan ku, kau akan ada bersama dengan ku, dan apa yang aku dapatkan sekarang? seakan - akan kau seperti membuang ku, ya kau membuang ku, mencampakkan aku!"


Jesika mengatakan hal tersebut dengan menangis kencang.


"Maafkan aku Jes, namun hal ini yang harus aku katakan kepada mu!"


"Dan aku tidak bisa menerimanya Prince, kau melakukan keputusan sesaat!"


"Suka tidak suka ini yang harus kau terima Jes, sekarang lebih baik kau pergi dari rumah ku!"


Deg sungguh hancur hati Jesika ketik Prince mengatakan hal itu kepada nya.


Laki - laki yang di sangka akan menjadi suaminya di kemudian hari, laki -laki yang sama pada akhirnya mencampakkan dirinya di tempat yang paling dasar.


"Aku akan pergi, namun jangan salahkan aku jika suatu saat aku akan membalas semuanya dengan lebih sadis dari apa yang telah kau lakukan kepada ku seperti saat ini!"


Jesika mengatakan hal tersebut sambil menghapus air matanya, Jesika sisa tenaganya Jesika bangkit dari tempat duduknya dan langsung begitu saja meninggalkan rumah Prince.