
Untuk kali ini ibu Saraswati kembali bertanya kepada Prince.
"Ya ma, aku sudah yakin, dan aku tidak akan melanjutkan hubungan ku dengan Jesika."
"Apa yang membuat mu melakukan hal ini Prince?"
Ibu Sarawati mengatakan kembali hal tersebut kepada Prince.
"Karena Prince sudah mulai jatuh cinta dengan Laras ma, sekarang Prince sadar siapa yang harus Prince bahagia kan."
Deg
Ini Sarawati langsung memandang dengan tajam putranya tersebut.
"Kenapa ma? apakah ada yang salah? bukankah mama yang meminta aku untuk belajar menghargai Laras dan belajar menganggap dia ada? saat ini itu yang akan Prince lakukan ma, dan Prince berjanji akan melakukan hal ini untuk Laras."
Ibu Saraswati hanya bisa terdiam memandangi putra tampannya yang saat ini sedang jatuh cinta.
"Ya mama akan tetap mendukung mu Prince."
Dan pada akhirnya hal tersebut yang bisa dikatakan oleh ibu Saraswati.
Kau tau Prince mama itu hanya meminta mu untuk berpura - pura baik, berpura - pura mencintai wanita itu, bukan kau betul - betul mencintainya, karena sebenarnya mama sama sekali tidak mau untuk memiliki menantu seperti Laras.
Hal tersebut yang pada akhirnya terucap dari dalam ibu Saraswati.
Sungguh apa yang diucapkan di depan sangat berbeda dengan apa yang di ucapkan di hatinya.
"Baiklah Prince mama pergi dulu, hari ini adalah tamu penting yang akan mengunjungi kantor, apakah kau akan ikut mama ke kantor?"
Dengan cepat Prince langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak ma, Prince akan mengerjakan semuanya dari rumah saja."
Ibu Saraswati mengatakan hal tersebut dan langsung berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan rumah Prince.
Hari ini Prince menemukan satu cinta yang utuh yang sudah lama tidak dia temukan.
sementara itu di kediaman Andre, setelah sarapan dan Andre pergi, Laras pergi masuk ke dalam kamarnya dan langsung menggunakan alat tes kehamilan untuk melihat hasil yang sesungguhnya..
Dengan berdegup sangat kencang Laras terus memperhatikan alat tes kehamilan tersebut.
Dan apa yang Laras prediksi ternyata betul.
"Dua garis, dia garis, astaga aku hamil, aku hamil anak mas Prince."
Air mata Laras langsung mengalir dengan deras saat dirinya mendapatkan hasil tes kehamilan tersebut bergaris dua.
Sungguh hal ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi dirinya yang sudah tidak memiliki siapapun.
"Bu Laras hamil Bu, Laras akan menjadi seorang ibu, Bu Laras hamil."
Hal tersebut yang terus Laras perkataan dengan kegembiraan nya yang sangat luar biasa.
Saat ini tidak ada lagi hal yang membahagiakan kecuali hal yang dia terima dengan senang.
"Aku harus segera memberitahukan hal ini kepada mas Prince ya harus."
Laras mengatakan hal tersebut dengan menghapus air matanya, namun baru beranjak dari tempat duduknya Laras langsung terdiam.
"Apa mas Prince mau menerima anak ini? apa mas Prince betul - betul bisa menerimanya? apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya? bagaimana jika mas Prince malah mencampakkan anak ku nanti? mas Prince saja tidak pernah mencintai ku, apalagi dengan anak ku yang saat ini ada di dalam kandungan ku."
berbagai pikiran tiba - tiba saja terlintas di benak Laras dan hal tersebut yang pada akhirnya membuat Laras berpikir kembali untuk mengatakan atau tidak apa yang saat ini sedang terjadi dengan dirinya.